Berita

Purnama Tidak Boleh Melukat, Itu Pemahaman Dangkal. Ini Penjelasan Ahlinya

Denpasar, Jarrakposbali. Com | Tidak sedikit Umat Hindu yang merasa terombang-ambing, bertanya-tanya apakah benar saat Purnama hari ini(21/6/2024) tidak boleh melukat, mebersih dan keramas seperti yang viral dalam video dari Ida Pandita Grya Pujungan.

Berikut ini Jurnalis Jarrakposbali merangkum penjelasan Ida Bagus Budayoga, pakar Ilmu Wariga yang sudah ternama.

Pertama, Beliau meminta kepada Umat Hindu, jangan buru-buru mempercayai hal-hal seperti itu.Mohon maaf, itu  pemahaman yang dangkal. Sebagaimana dalam Ajaran Wariga Dewasa ( baik- buruknya waktu), sudah dengan jelas tersurat tidak ada Purnama  sebel, leteh atau kotor.Setiap Purnama memiliki energi yang luar biasa. Dia memiliki energi seperti power bank, yang akan memberikan energi boster kepada apa yang ada.

Kedua, yang dimaksud Sasih Mala itu ada dua Sasih, yaitu Sasih Mala Sadha dan Sasih Mala Jiestha berdasarkan sistem perhitungan kalender Bali.Ketika ketemu dengan Tahun Kabisat, di mana  kedua Sasih tersebut yang dikeduakalikan.Dan bertepatan di tahun 2024 ini kenanya di Sasih Jiestha. Jadi, bukan Purnama yang kena Mala, tapi sasihnyalah yang kena pengrepetan, jadi sasihnya disebut Mala Sadha.

Kenapa demikian, karena Sasih Sadha di tahun ini tidak dapat cahaya dari sinar Gugus Bintang Gunung, Bintang Tenggala dan Bintang Kartika.

Lalu, bila Purnama ini dikaitkan dengan Wuku Wayang, ini kan disebut Wuku salah wadi, wuku yang diselimuti oleh Bebhutan atau energi negatif. Nah, di saat Wuku Wayang ini kita berdiam diri,tanpa ada usaha meng-up grade penyucian diri, kan semakin buruk situasinya.Justru sebaliknya, di saat ini lebih- lebih bertepatan dengan Purnama sangat baik untuk lebih tajam melakukan penyucian diri agar jiwa dan raga kita tidak lagi semakin diselimuti oleh hal-hal tidak baik itu.

Dari penjelasan yang begitu gamblang, Ida Bagus Budayoga, pakar Wariga yang sudah berpengalaman menyusun kalender Bali ini berpesan kepada Krama Hindu agar pintar-pintar dan bijak memilah,memilih  dan mencerna setiap informasi,dan serta tetap menghormati semua tokoh dalam upaya pencerahan kepada umat.(Bratayasa)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button