Berita

Pansus TRAP Dorong Pembebasan Pajak, Petani Jatiluwih Dapat Insentif dan Jaminan Panen

TABANAN, Jarrakposbali.com | Wakil Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka SE (Gung Cok), menyambut positif kebijakan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang akan membebaskan petani dari biaya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mulai tahun 2026. Kebijakan ini muncul setelah dialog Bupati Tabanan Sanjaya bersama para petani Subak Jatiluwih, usai Pansus TRAP melakukan sidak sekaligus penutupan bangunan liar di kawasan warisan dunia UNESCO, Selasa, 2 Desember 2025.

Selain pembebasan PBB, seluruh hasil pertanian Jatiluwih juga akan diserap oleh Perusahaan Daerah Jayaning Singasana. Kebijakan ini disebut menjadi angin segar bagi petani sebagai kelompok wong cilik yang selama ini terus memperjuangkan keberlanjutan subak.

“Efek turunnya Pansus TRAP DPRD Bali ke Jatiluwih, akhirnya Pemkab Tabanan nol-kan PBB petani Jatiluwih,” kata Gung Cok di Denpasar, Selasa, 9 Desember 2025.

Gung Cok menyebut kondisi ini menjadi musibah bagi pemilik restoran yang melanggar aturan kawasan, namun justru berkah bagi petani yang kini mendapat pembebasan pajak. Ia menegaskan apresiasi patut diarahkan kepada Pansus TRAP yang telah memicu berbagai kebijakan pro-petani, mulai dari insentif bulanan, bantuan bibit dan pupuk, hingga jaminan pembelian hasil panen.

“Kami turun untuk menghentikan bangunan yang ada di daerah sawah yang dibangun di kawasan menjadi UNESCO,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa status Jatiluwih sebagai warisan budaya dunia tidak mudah diraih. Karena itu, segala bentuk pembangunan liar harus dihentikan demi menjaga alam, adat, dan budaya Bali sebagai destinasi wisata dunia.

“Mudah-mudahan setiap musibah ada berkahnya, dengan adanya sudah terjadi seperti ini, mari kita tertibkan jangan sampai ada lagi bangunan di dalam sawah atau kawasan UNESCO,” paparnya.

Sebagai Wakil Pansus TRAP, Gung Cok menegaskan pihaknya tidak bermaksud menghambat usaha masyarakat, melainkan melindungi kawasan dari kerusakan, termasuk dari investasi yang tidak bertanggung jawab.

“Marilah sama-sama kita menjaga Jatiluwih ini, ini satu-satunya di dunia hanya Jatiluwih yang mempunyai keindahan subak sawah. Kita memberikan kesadaran terhadap masyarakat Jatiluwih, yang jelas kita mendukung dan berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan yang memperhatikan,” tutupnya. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button