BeritaDenpasar

Wagub Bali Ajak Umat Muslim Rawat Toleransi dalam Buka Puasa Bersama FOKAL IMM

DENPASAR, jarrakposbali.com – Suasana sore di Aula ITB STIKOM Bali terasa hangat ketika ratusan peserta mulai berkumpul menjelang waktu berbuka puasa. Percakapan ringan, senyum yang saling menyapa, dan semangat kebersamaan terasa mengisi ruangan. Pada momen inilah Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, hadir mewakili Pemerintah Provinsi Bali dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Bali, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari sekadar pertemuan dalam suasana Ramadan. Banyak yang memandangnya sebagai ruang perjumpaan lintas gagasan, tempat nilai kebangsaan dan kebersamaan dirawat melalui tradisi berbagi dan silaturahmi.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi FOKAL IMM Bali yang terus menghadirkan kegiatan sosial dan kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sering kali menjadi pengingat bahwa puasa bukan hanya soal menahan diri secara pribadi, tetapi juga proses membangun kepekaan sosial dan kedewasaan berbangsa.

โ€œKegiatan buka puasa bersama seperti ini bukan hanya rutinitas Ramadan. Di dalamnya ada semangat kepedulian sosial, solidaritas kemanusiaan, dan komitmen merawat nilai kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Bali,โ€ ujar Giri Prasta.

Ia kemudian mengaitkan nilai tersebut dengan visi pembangunan Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dalam pandangannya, banyak nilai dalam praktik keagamaan yang berjalan selaras dengan filosofi pembangunan daerah.

Puasa, refleksi diri, serta kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan sering kali mencerminkan proses pemurnian batin dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari keseimbangan hidup manusia dan alam.

โ€œKetika umat Islam menjalankan puasa dan memperkuat kepedulian kepada sesama, di sana kita melihat nilai yang sejalan dengan semangat menjaga keharmonisan kehidupan. Inilah yang membuat Bali tetap menjadi rumah bersama bagi banyak perbedaan,โ€ katanya.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian acara, karena memberi ruang bagi peserta untuk mempraktikkan nilai berbagi secara langsung.

Rektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan, menyampaikan rasa bangganya karena kampus yang dipimpinnya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan tersebut. Ia melihat pertemuan seperti ini sering menghadirkan energi positif yang memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Bali yang majemuk.

Ketua PW FOKAL IMM Bali, Miftahnurrahman, juga berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat persaudaraan lintas komunitas.

โ€œPuasa selalu mengajarkan tentang empati. Saat seseorang menahan diri sepanjang hari, biasanya muncul kesadaran baru tentang pentingnya berbagi dan menjaga kebersamaan,โ€ ujarnya.

Menjelang waktu berbuka, suasana ruangan semakin terasa akrab. Percakapan di antara para peserta berlangsung santai, sebagian saling mengenal, sebagian lain bertukar cerita tentang kegiatan sosial di komunitas masing masing.

Momentum seperti ini sering meninggalkan kesan sederhana namun bermakna. Di banyak kesempatan, kebersamaan dalam ruang seperti ini membantu merawat rasa saling percaya. Dari situ tumbuh keyakinan bahwa keberagaman di Bali dapat terus berjalan berdampingan dengan semangat toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button