
SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) membawa pulang medali emas dalam ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O).
Undiksha mengikuti ajang Indonesia International IoT Olympiad (I3O) yang merupakan kompetisi internasional yang diselenggarakan Universitas Muria Kudus.
Yang membanggakan, kampus yang terletak di wilayah Bali Utara ini berhasil meraih dua medali emas berkat karya inovatif yang dibuat oleh dua tim mahasiswanya.
Ajang I3O tersebut berlangsung sejak tanggal 8-22 Mei 2022 yang diikuti sekitar 200 tim termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Meksiko, Amerika Serikat.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi yang disampaikan melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd.
“Kami di pimpinan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada adik-adik mahasiswa dan dosen yang selalu semangat berkompetisi, terlebih bisa meraih prestasi,” jelasnya.
Ia juga mengajak mahasiswa lain untuk selalu semangat berkompetisi dan berprestasi, dan tentunya mendapat dukungan dari para dosen.
“Prestasi tidak hanya penting untuk universitas, tetapi juga bagi mahasiswa sendiri. Dengan prestasi, akan semakin berdaya saing,” imbuh I Wayan Suastra.
Buat karya untuk tunarungu
Tim pertama Undiksha yang meraih emas membawakan karya berupa Fun Math, yakni media pembelajaran untuk siswa tunarungu.
Tim ini terdiri atas Ni Wayan Ayu Kesumawati, Ni Kadek Dwi Utami, Putu Wia Rosita Dewi, Kadek Gita Cahyani, dan Ni Luh Gede Kusumasari.
Karya yang dibuat oleh tim yang seluruh mahasiswanya dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika itu dalam bentuk Pop Up Book matematika.
Pop Up Book tersebut kemudian diintegrasikan dengan teknologi Augmented Reality (AR).
Materi matematika dalam media ini dikemas sesuai dengan karakteristik siswa tunarungu serta berbasis budaya (etnomatematika).
Lahirnya karya inovatif ini tidak lepas dari adanya keinginan untuk membantu memudahkan siswa tunarungu dalam belajar matematika.
Khususnya bangun ruang yang bersifat abstrak sehingga dapat dengan mudah di pahami.
Dibimbing dosen, I Made Suarsana, S.Pd., M.S., karya tersebut berhasil meraih medali emas kategori education serta special awards dari Malaysia Young Scientists Organization (MYSO).
[irp]Bawa karya inovasi untuk literasi
Tim kedua membawakan karya “B-Fiks: Interactive Literacy Learning Media To Strengthen The Alpha Generation’s Education Of Character During The Post Pandemic Era”.
Terdiri atas I Ketut Adi Darma Yatra dan Luh Hanny Arsana Putri (Prodi Matematika), serta I Made Bhisma Putra Nugraha (Prodi Pendidikan Teknik Informatika).
Kemudian I Made Kerisna Laksana (Prodi Sistem Informasi), dan I Gede Agus Sudiantara (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar).
Karya ini dibuat sebagai sebuah inovasi media pembelajaran yang mengangkat permasalahan rendahnya literasi di Indonesia.
Sehingga tim memikirkan tentang solusi yang bisa digunakan untuk meningkatkan literasi yang bisa diintegrasikan dengan pembelajaran berbasis daring.
Hasilnya, tim bimbingan I Putu Pasek Suryawan S.Pd.,M.Pd., berhasil meraih medali emas kategori education. (fJr/hms/JP)



