
BANGLI,jarrakposbali.com – Pada Minggu 8 Maret 2026 Pagi di kawasan Danau Batur terasa sedikit berbeda. Udara pegunungan yang biasanya tenang perlahan dipenuhi langkah ribuan orang yang datang dengan satu tujuan sederhana. Mereka membawa karung, sarung tangan, dan semangat gotong royong untuk membersihkan kawasan danau yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi banyak wilayah di Bali.
Lebih dari lima ribu peserta berkumpul dalam aksi bersih sampah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangli. Aparatur pemerintah, pelajar, tenaga kesehatan, hingga masyarakat desa berjalan bersama menyusuri tepian danau. Aktivitas yang terlihat sederhana ini sering kali menyimpan makna yang lebih luas, yaitu kesadaran bahwa menjaga alam tidak pernah menjadi tugas satu kelompok saja.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bangli bersama Wakil Bupati Bangli dan dihadiri unsur Forkopimda. Sejak pagi peserta telah dibagi ke beberapa titik di sekitar danau seperti Jaba Pura Ulun Danu Songan, Pura Jati, Dermaga Kedisan, serta Desa Trunyan. Di setiap lokasi terlihat kelompok warga memungut sampah plastik, sisa aktivitas wisata, hingga material yang terbawa aliran air.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, Bagus Riana Putra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian kawasan danau yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Bali.
“Kita semua memahami bahwa Danau Batur adalah sumber air yang sangat penting bagi Bali. Lingkungan yang bersih membantu menjaga kualitas air dan memastikan danau ini tetap memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Yang menarik dari kegiatan ini adalah komposisi pesertanya. Ada aparatur pemerintah daerah, pegawai instansi vertikal, unsur BUMN dan BUMD, perangkat desa, serta ratusan siswa dari berbagai sekolah. Kehadiran pelajar sering kali memberi warna tersendiri. Banyak di antara mereka terlihat antusias memungut sampah sambil mendengarkan penjelasan tentang pentingnya menjaga ekosistem danau.
“Kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Ketika anak anak ikut terlibat langsung, mereka akan lebih memahami bahwa alam ini perlu dirawat bersama,” kata Bagus Riana Putra.
Aksi bersih sampah ini juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan lain yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Di antaranya penebaran sekitar sepuluh ribu benih ikan nila serta penuangan eco enzyme ke perairan danau. Kegiatan spiritual juga turut dilaksanakan melalui rangkaian Makerti Ayuning Danu menjelang perayaan Hari Raya Nyepi.
Dalam banyak tradisi Bali, hubungan antara manusia dan alam sering kali dipahami sebagai satu kesatuan. Tradisi ini terasa hadir dalam kegiatan tersebut. Pembersihan kawasan danau berjalan berdampingan dengan ritual adat yang memuliakan alam.
“Danau Batur bukan hanya sumber air, tetapi juga bagian dari kehidupan budaya dan spiritual masyarakat. Karena itu kelestariannya harus dijaga bersama,” ujar Bupati Bangli.
Menjelang siang, tumpukan karung sampah mulai terlihat di beberapa titik pengumpulan. Aktivitas warga perlahan melambat, namun suasana kebersamaan masih terasa kuat di sepanjang tepian Danau Batur.
Sering kali perubahan besar di lingkungan justru dimulai dari kegiatan sederhana seperti ini. Ketika ribuan orang berkumpul dengan kesadaran yang sama, pesan yang muncul menjadi jelas. Danau yang terjaga memberi kehidupan bagi banyak wilayah di Bali. Pada akhirnya, menjaga danau berarti menjaga masa depan bersama, sejalan dengan semangat kawasan Batur UNESCO Global Geopark yang memuliakan bumi untuk kesejahteraan masyarakat.(JpBali).



