Tertangkap! Dua Buron Perkelahian Maut Pegayaman
Tak Kuat Sembunyi Karena Kondisi Luka dan Situasi Alam

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Dua orang buron perkelahian maut Pegayaman akhirnya tertangkap.
Perjalanan Jakaria (Jakar) dan Nu’ul untuk melarikan diri dan bersembunyi akhirnya berakhir.
Ini setelah keduanya berhasil ditangkap pihak kepolisian usai mereka kabur selama lima hari.
Keduanya melarikan diri usai peristiwa berdarah yang terjadi antara Ketut Vauzi dan Edi Salman yang melibatkan mereka berdua.
Penangkapan keduanya terjadi pada hari Jumat, 8 Juli 2022.
Kapolsek Sukasada, Kompol I Made Agus Dwi Wirawan; mengkonfirmasi langsung perihal tertangkapnya Jakar dan Nu’ul.
Kompol Agus Dwi menyebutkan usai peristiwa yang menewaskan Ketut Vauzi dan Edi Salman, keduanya langsung berpencar.
“Jakaria pergi ke timur menuju lembah, sedangkan Nu’ul ke selatan,” ujar Kapolsek Sukasada itu.
“Keduanya kemudian bertemu di Hutan Desa Silangjana keesokan harinya, setelah seharian berpencar,” tambahnya.
Namun sayangnya, masyarakat Desa Silangjana mengusir mereka berdua agar tidak masuk ke desanya.
Masyarakat Desa Silangjana beralasan agar tidak dituduh menyembunyikan mereka berdua yang terlibat kasus duel maut Pegayaman.
Apalagi Kapolsek Sukasada telah memerintahkan kepada Babinkamtibnas di desa sekitar agar menjaga wilayahnya.
“Karena diusir dan diancam oleh warga, Jakar dan Nu’ul kemudian bersembunyi dan tidur di bawah air terjun,” katanya.
“Itu mereka lakukan selama lima hari pelarian,” tambah Kompol Agus Dwi.

Tertangkap saat kembali masuk wilayah Desa Pegayaman
Lalu bagaimana mereka tertangkap?
Kapolsek Sukasada menjelaskan bahwa Jakar dan Nu’ul berhasil ditangkap, setelah keduanya masuk ke wilayah Desa Pegayaman.
“Keduanya ditangkap di hari kelima saat pulang, empat hari sebelumnya mereka masih bersembunyi,” tambahnya lagi.
Itu ditambah lagi dengan tidak kuatnya mereka menghadapi situasi dan kondisi alam serta luka yang ada pada tubuh mereka.
Kapolsek Sukasada menyebutkan bahwa Jakar memiliki luka terbuka di tangan serta punggung diduga terkena sabetan dari Ketut Vauzi.
“Sedangkan Nu’ul kepalanya bengkak dan benjol karena terkena tembakan saat kita lakukan penggerebekan sebelum kejadian itu,” lanjutnya.
Kompol Agus Dwi berujar bahwa mereka berdua mengakui terkait perkelahian maut itu.
Kapolsek Sukasada itu juga menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pra rekonstruksi mengenai kasus perkelahian maut itu. (fJr/JP)



