Update Truk vs Minibus di Pancasari: Korban Tewas Jadi Tiga Orang
Penumpang Minibus Ada 14 Orang

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Perkembangan kecelakaan maut truk vs minibus di Pancasari, kini korban tewas bertambah.
Kecelakaan maut antara truk Hino DK 8805 AN dengan minibus Isuzu DK 7261 VN terjadi pada hari Selasa, 27 Desember 2022 sekitar pukul 12.30 WITA.
Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di Jalan Raya Singaraja-Denpasar di KM 25.000 tepatnya di wilayah Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Terbaru, korban tewas bertambah menjadi tiga orang berdasarkan data yang diberikan Polres Buleleng pada Selasa, 27 Desember 2022 pukul 22.50 WITA.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP I Gede Sumarjaya, S.H., M.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa penumpang minibus itu berjumlah 14 orang, termasuk sopir.
Sebelumnya, penumpang minibus Isuzu yang dikemudikan Nyoman Putrawan (50) disebutkan berjumlah 12 orang.
Sementara itu, korban tewas sebelumnya yakni Ketut Soma Dana (51) beralamat di Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.
Sedangkan data terbaru ada tambahan korban tewas yaitu Ihda Niswafus Soliha dan Haji Bahriah (67), yang sama-sama beralamat di Jl. Jalak Putih 4, No. 22, Kel. Banyuasri, Kec/Kab. Buleleng.
“Ihda Niswafus Soliha mengalami luka pada pelipis kanan, pipi bengkak, dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RSUD Buleleng,” ujar AKP Sumarjaya.
“Haji Bahriah mengalami luka pada kepala, rasa sakit pada dada tidak sadar dan setelah dirawat di RSUD Buleleng dinyatakan meninggal dunia,” lanjutnya.
Sepuluh penumpang luka-luka
Berdasarkan data, tercatat ada sepuluh orang penumpang minibus Isuzu DK 7261 VN yang mengalami luka baik berat, sedang, hingga ringan.
Sedangkan satu orang penumpang bernama Luh Sri Antari (13) tidak mengalami luka.
Diketahui sebagian besar penumpang beralamat dari Desa Suwug, Kecamatan Sawan, sedangkan sisanya beralamat di Jalan Jalak Putih, Banyuasri.
Tercatat juga sebanyak empat orang beralamat di Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug yakni Ketut Sukranasih (31), yang mengalami sakit pada tulang rusuk kanan.
Kemudian, Nyoman Putrawan (50) yang juga sopir, mengalami luka lecet di siku kanan dan tangan kanannya; lalu Luh Putu Cantika Maharani (2), mengalami luka lecet pada kedua telapan tangan dan lecet pada lutut kaki kiri.
Selanjutnya ada Ketut Edi Apriyase (10), yang mengalami luka lecet pada siku tangan kanan; dan Luh Putu Restiami (49), yang mengalami sesak pada dada, memar di paha kanan, sakit pinggang, dan dalam kondisi sadar.
Sementara itu, ada juga korban yang beralamat di Banjar Dinas Sabi, Desa Suwug, yakni Kadek Sandiada (11), yang mengalami luka lecet pada tangan kiri, robek di kepala samping kiri, lecet pada muka, luka di punggung, lecet bahu kanan, dan dalam kondisi sadar.
Kemudian Ketut Rawe (81), yang mengalami luka robek di kepala dan luka lecet di siku kanan, lalu Komang Tri Adnyana (8) yang mengalami sakit pada pangkal telinga kanan dan lecet di tangan.
Sedangkan dua penumpang lainnya beralamat di Banjar Dinas Kanginan, Desa Suwug yakni Wayan Ari Astari (15), yang mengalami patah tangan kiri dan luka di pelipis kanan.
Serta Seri Yeni Andayani (49), alamat di Jalan Jalak Putih 4 No. 22 Banyuasri, yang mengalami patah kaki kiri dan akit pada pundak kiri.
“Korban luka mendapat perawatan medis di RSUD Buleleng,” tulis Kasi Humas Polres Buleleng berdasarkan data.
“Untuk saat ini arus lalu lintas di lokasi kejadian sudah lancar dan kondusif,” tambahnya lagi. (fJr/JP)



