Wabup Guru Pandu Terima Audiensi Jaga Baya Bali Agung, Bahas Penguatan Organisasi dan Kesiapan IBTK di Besakih

KARANGASEM, Jarrakposbali.com – Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa yang akrab disapa Guru Pandu menerima audiensi dari jajaran organisasi Jaga Baya Bali Agung di Ruang Kerja Wakil Bupati Karangasem, pada Selasa (10/3/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, membahas berbagai hal terkait penguatan organisasi serta dukungan terhadap rangkaian kegiatan keagamaan besar di Bali, khususnya di kawasan suci Besakih.
Audiensi tersebut menjadi momentum penting bagi pengurus organisasi untuk menyampaikan perkembangan struktur kepengurusan sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem. Dalam kesempatan itu, para pengurus memaparkan rencana penguatan organisasi melalui pembenahan struktur kepengurusan, peningkatan koordinasi internal, serta penegasan peran organisasi dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan keamanan sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada kesiapan organisasi dalam mendukung pelaksanaan rangkaian karya suci Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang akan digelar di Pura Agung Besakih. Upacara besar yang rutin dilaksanakan di pura terbesar di Bali tersebut selalu melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan yang turut berperan dalam menjaga ketertiban, kelancaran, dan keharmonisan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dalam dialog tersebut, pihak organisasi juga menyampaikan rencana pelaksanaan upacara Mejaya-jaya bagi pengurus baru sebagai bentuk penyucian diri sekaligus pengukuhan secara spiritual sebelum menjalankan tugas organisasi. Upacara tersebut direncanakan akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Sabha Catur Lawa pada 23 Maret 2026 mendatang, sehingga diharapkan dapat menjadi momentum penguatan spiritual dan solidaritas antaranggota.
Wabup Guru Pandu menyambut baik rencana dan komitmen organisasi dalam memperkuat struktur serta berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di Bali, khususnya di Karangasem sebagai daerah yang menjadi pusat berbagai kegiatan adat dan spiritual. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial, melestarikan budaya, serta memastikan setiap kegiatan keagamaan berjalan tertib dan penuh makna.
“Pemerintah daerah tentu sangat mengapresiasi semangat organisasi yang terus aktif menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan di masyarakat. Apalagi kegiatan besar seperti karya IBTK di Besakih membutuhkan dukungan semua pihak agar dapat berjalan lancar dan khidmat,” ujar Guru Pandu.
Ia juga berharap pengurus baru nantinya dapat menjalankan tugas organisasi dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta tetap berpegang pada semangat pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi antara organisasi dan pemerintah daerah. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Karangasem dapat berlangsung dengan aman, tertib, serta semakin memperkuat harmoni kehidupan masyarakat Bali yang berlandaskan nilai adat, budaya, dan spiritualitas. (Rno)



