Lingkungan HidupTNI

Dandim 1623/Karangasem Inf. Bima Santosa, Hadiri Pembukaan Focus Group Discussion Di Kebun Organik Baja Tani Desa Ababi, Kecamatan Abang

KARANGASEM,JARRAKPOSBALI.com | Karangasem merupakan Kabupaten yang memiliki petani penghasil padi yang cukup melimpah, sesuai data yang ada bumi lahar karangasem merupakan bumi yang subur terutama dibidang pertanian disamping buah salak yang melimpah. Pertanian yang berada di Karangasem sudah mulai menggunakan pertanian organik, hal ini dapat dilihat adanya petani-petani muda yang menggeluti bidang pertanian yang sudah menerapkan tekhnologi pertanian secara modern, diantaranya dimulainya penanaman padi organik.

Untuk mendukung dan meningkatkan pertanian yang ada di Desa Ababi bersama Focus Group Discussion (FGD) mengadakan penyuluhan tentang pengendalian hama burung tanaman padi berbasis teknologi 4.0, dengan tujuan dapat memberikan jalan keluar kepada para petani sehingga hasil yang diperoleh maksimal, mengingat selama ini para petani masih menggunakan cara tradisional.

di Kebun Organik Bajatani, Banjar Dinas Tanah Lengis, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) pengendalian hama burung tanaman padi berbasis teknologi 4.0 yang diselenggarakan oleh UCDP (Udayana Community Development Program) Universitas Udayana, sebagai narasumber Frof. Ir. I Made Supartha Utama, MS., PhD dan dihadiri 45 orang. Minggu, 12 September 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1623/Karangasem, Letkol Inf Bima Santosa, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali, Ni Kadek Darmini, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, Danramil 1623-02/Abang diwakili Bati Tuud Peltu I Nengah Teresna. PPL (Petugas Penyuluh lapangan), I Wayan Nuada, Ketua P4S Petani Muda Keren, Agung Wedatama.

Dalam sambutannya, Dandim 1623/Karangasem, Letkol Inf Bima Santosa, mengatakan “kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pengendalian hama burung tanaman padi berbasis teknologi 4.0, Kodim sangat mendukung karena pimpinan Angkatan Darat sangat fokus dalam mensejahterakan masyarakat terutama dengan inovasi-inovasi yang baik terlebih ditengah pandemi Covid-19 yang sangat berdampak dengan pariwisata di Bali”, ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, “Dikaitkan dengan radikalisme/separatisme apabila generasi muda benar-benar mengisi waktunya dengan hal-hal positip contoh dalam kegiatan ini yaitu bertani maka pikiran-pikiran radikalisme yang dapat mengganggu keamanan wilayah tidak terjadi”, tambah Dandim 1623/Karangasem.

Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Karangasem, Ni Kadek Darmini, mengatakan “ditengah pandemi Covid-19 hanya dengan menjadi petani yang masih bertahan, karena hasil pertanian tetap sebagai kebutuhan sehari-hari, sebagai anggota DPRD Bali Dapil Karangasem siap mendukung dan menampung masukan dari petani di Kabupaten Karangasem”, ucapnya.

Perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, mengatakan “Kabupaten Karangasem merupakan Kabupaten penghasil padi, sesuai data yang ada. Dengan adanya Focus Group Discussion (FGD) pengendalian hama burung tanaman padi berbasis teknologi 4.0 hari ini, semoga dapat memberikan jalan keluar kepada para petani sehingga hasil yang diperoleh maksimal, mengingat selama ini para petani masih menggunakan cara tradisional dalam mengusir hama”, ujarnya.

Sambutan Ketua P4S Petani Muda Keren, Agung Wedatama, menjelaskan “dalam metoda pertanian banyak hal yang diperlukan diantaranya motivasi, diskusi secara rutin antara petani, sehingga dari langkah awal yaitu pembibitan sampai pemasaran tidak terjadi kendala”, paparnya.

Selanjutnya penyerahan cendera mata oleh Petani Muda Keren kepada Dandim, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali, Dinas Pertanian.

Setelah pembukaan Focus Group Discussion (FGD) selesai dilanjutkan pemberian materi oleh narasumber dengan tertib, lancar dan aman serta sesuai dengan protokol kesehatan. /je

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button