BeritaDaerah

Mih Dewa Ratu! Pedagang Ini Mau Nyari Untung, Kok Malah Buntung

JEMBRANA, jarrakposbali.com I Subuh-subuh, WT (67), seorang pedagang di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali sudah berpenampilan bersih dan nyentrik.

Wanita yang telah memiliki anak dan cucu ini, namun masih kelihatan cantik bergegas menuju pasar Yehembang untuk membuka toko kelontong miliknya. Dia berangkat seorang diri sambil menjinjing tas kulit kecil. Dibenaknya berharap hari ini dagangannya banyak laku dan banyak mendapatkan untung. Alah mak, semua dagang ya harapannya pastilah seperti itu memproleh untung yang banyak.

Singkat cerita kawan-kawan, belumlah genap tiga jam berjualan, atau sekitar pukul 08.00 Wita, tiba-tiba datang seorang pria ke tokonya. WT tentunya menyambut pria itu dengan ramah dan sopan. Tak lupa WT menggumbar senyum manis, berharap pria itu memborong dagangannya. WT tidak mengenal pria itu dan belum pernah berbelanja di tokonya.

Pria itu mulai memilih-milih barang dan WT melayaninya dengan baik. Beberapa barang sudah dikumpulkan oleh pria itu. WT berguman dalam hati, ternyata memang banyak pria itu berbelanja. WT sangat leluasa melayani pria itu. Maklumlah tokonya saat itu sepi, tidak ada pembeli lain.

“Kemudian, pria itu mengeluarkan barang-barang yang telah dipilih dari dalam toko, ada rokok, mie instan dan banyak lagi lainnya. Total belanjaan sekitar dua juta brow. Tapi setelah semua barang di luar, pria itu tidak kunjung membayar. Dia bilang ke WT sebentar akan dibayar dia mau duduk diluar dulu mencari udara segar,” ujar JR, pedagang lainya, Minggu (6/2/2022)

Duh-duh, kok bisa ya WT mengijinkan pria itu mengeluarkan dagangannya tanpa membayar. Apalagi diletakan agak jauh dari toko. Atau jangan-jangan WT sudah terkena hipnotis oleh pria itu. Ah amit-amit, jangan sampai seperti itu. Atau jangan-jangan WT memang benar-benar lalai berjualan. Maklumlah faktor umur sudah mulai pikun.

Alhasil brow, pria itu raib dan tak tak kunjung kembali ke dalam toko untuk membayar belanjaan. WT mencoba mencari pria itu ke luar toko. Tapi Astaga, pria itu sudah tidak ada, pun barang-barang yang diambil dari tokonya juga sudah tidak ada. WT kaget dan tersadar, rupanya dia sudah kena tipu. WT hanya bisa leng-geleng kelapa, eh maksudnya kepala. Mau nangis malu dilihat banyak orang. Sudah tua masih nangis. Dia hanya bisa pasrah dan merelakan barang dagangannya raib.

Sayangnya, seperti dituturkan JR kepada redaksi, atas kejadian tersebut, WT mengaku pasrah dan mengikhlaskan barang-barangnya digondol pelaku. WT tidak melaporkan kejadian itu ke polisi dan memilih kembali berjualan sampai sore hari dan berharap rejeki yang hilang akan kembali tiga kali lipat. Alah mak, mbok ya lapor polisi dong, biar pelakunya ketangkep dan polisi ada kerjaan, hehe.

Sementara pihak kepolisian terdekat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengaku tidak mengetahui karena kejadian itu tidak dilaporkan ke polisi. Petugas hanya berpesan agar semua waspada dan jangan memberikan kesempatan kepada penjahat untuk melakukan tindak kejahatan dan melaporkan ke polisi jika terjadi tindak kejahatan. Nah itu tolong didengerin biar situasi Kamtibmas aman terkendali.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button