BeritaBulelengDaerah
Trending

Desa Suwug dan Julah Jadi Sasaran Sosialisasi KPU Buleleng

Masuk Kategori Partisipasi Pemilih Terendah di Buleleng

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Karena masuk dalam kategori partisipasi pemilih terendah di Buleleng, Desa Suwug dan Julah jadi sasaran sosialisasi KPU Buleleng.

Ternyata, dua desa di Kabupaten Buleleng masuk dalam kategori tingkat partisipasi pemilih rendah dalam perhelatan pemilu.

Dua desa itu yakni Desa Suwug, Kecamatan Sawan; dan Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Maka dari itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng mengadakan sosialisasi di dua desa tersebut.

Bertajuk program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan 2024, sosialisasi ini berlangsung di Kantor Desa Julah, hari Jumat, 1 Juli 2022.

Ketua KPU Buleleng, Dudhi Udayana mengungkapkan hal itu saat sosialisasi di Kantor Desa Julah hari Jumat (1/7).

“Desa Suwug dan Desa Julah dalam catatan kami di KPU Buleleng tingkat partisipasi pemilihnya terendah,” ujar Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana.

“Makanya kita sasar dua desa ini untuk sosialisasi,” lanjutnya.

KPU Buleleng adakan sosialisasi di Desa Julah
Suasana sosialisasi KPU Buleleng yang dihadiri Lanang Perbawa dan Putu Mardika. Foto: Ist.

Ada materi dari Lanang Perbawa dan Putu Mardika

Hadir juga dalam sosialisasi kepada masyarakat Desa Julah, dua narasumber yang mumpuni dibidangnya, untuk membangkitkan semangat memilih masyarakat.

Mereka antara lain mantan Ketua KPU Bali, I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa; dan mantan jurnalis yang juga dosen STAHN Mpu Kuturan, Putu Mardika.

Lanang Perbawa mengungkapkan banyak jargon politik yang dimunculkan untuk menarik simpati pemilih, namun terkadang malah kurang cocok dan menyesatkan.

Salah satu jargon menurutnya yang kurang pas adalah Jele Melah Nyame Gelah.

“Masak yang sudah kita tahu jelek kita pilih. Seharusnya Nyame Melah ane Gelahang,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta sosialisasi.

Sementara itu, Putu Mardika yang pernah berkutat di dunia jurnalistik membawakan materi dengan teman Menangkal Berita Hoax.

Ketua KPU Bali, I Dewa Gede Agung Lidartawan; menyampaikan agar memberikan rambu-rambu bagi penyelenggara Pemilu untuk tidak bersentuhan dengan tim sukses kandidat.

“Kalau menang nggak masalah, nah kalau kandidatnya kalah disana akan dipermasalahkan. Makanya saya tegaskan, jangan jadi penyelenggara kalau jadi timses,” katanya.

“Begitu juga sebaliknya agar tidak ada masalah dibelakang hari,” tandas Ketua KPU Bali itu. (fJr/JP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button