
SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Lomba gerak jalan tingkat Sekolah Dasar (SD) disambut meriah setelah vakum dua tahun.
Puluhan anak-anak SD tampak berbaris rapi dengan pakaian seragam dominan rata-rata berwarna merah dan putih.
Itu dia semarak peserta lomba gerak jalan delapan kilometer tingkat SD dalam rangka menyemarakkan HUT Republik Indonesia ke-77.
Lomba gerak jalan delapan kilometer tingkat SD yang diselenggarakan KONI Buleleng ini berlangsung pada hari Senin, 8 Agustus 2022 pukul 13.00 WITA.
Ketua Panitia Pelaksana, Putu Nova Anita Putra; menjelaskan bahwa lomba ini memang menjadi agenda rutin KONI Buleleng.
Khususnya untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI setiap tahunnya di Kabupaten Buleleng.
Namun, kegiatan ini harus terhenti selama kurang lebih dua tahun akibat adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.
“Lomba ini sudah kami siapkan sejak bulan Mei, setelah mengantongi izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng dan Bupati Buleleng,” ujarnya.
“Total ada 196 regu yang terdaftar di lima kategori lomba gerak jalan. Untuk kategori SD sebanyak 76 regu,” lanjut Nova.
Pada lomba tahun ini, panitia sudah menyiapkan hadiah dengan total sebesar Rp524 juta.
Selain itu, ada juga dana pembinaan sebesar Rp 282 juta bagi regu yang berhasil masuk finish dengan jumlah anggota minimal 50 persen + satu.
Khusus untuk lomba gerak jalan delapan kilometer tingkat SD, disiapkan uang pembinaan sebesar satu juta rupiah.
Regu gerak jalan tingkat SD ini, melewati rute mulai dari Jl. Udayana, Jl. Ngurah Rai, Jln. Pramuka, Jl. Diponegoro, Jl. Erlangga, dan Jl. Imam Bonjol.
Kemudian Jl. Gajah Mada, Jl. Veteran, Jl. Pahlawan, Jl. Sudirman, Jl. A. Yani, Jl. Dewi Sartika, Jl. Udayana, dan berakhir di jalan sebelah utara depan Gedung Kesenian Gde Manik.

Apresiasi telah melaksanakan gerak jalan
Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., yang melepas regu gerak jalan mengapresiasi digelarnya kembali kegiatan tahunan ini.
Ia juga mengapresiasi KONI Buleleng yang berhasil melaksanakan kembali ajang yang vakum selama dua tahun akibat Pandemi Covid-19.
“Tema besarnya pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, tujuannya setelah 2 tahun hadapai pandemi mari bangkit bersama,” ujar Wakil Bupati Buleleng itu.
“Tetapi Covid-19 masih ada, kita harus tetap waspada, terutama masyarakat usia 60 tahun dan mengidap penyakit bawaan,” lanjut Sutjidra.
Melihat antusiasme peserta dan masyarakat Buleleng yang cukup tinggi, Sutjidra berharap agar pelaksanaan lomba ini dapat lebih meriah.
Selain itu, Sutjidra juga meminta panitia meningkatkan jumlah uang pembinaan regu gerak jalan yang berhasil sampai di garis finish.
“Dana pembinaan kedepannya kalau bisa lebih besar, karena biaya persiapan yang mereka keluarkan pasti cukup banyak,” paparnya..
“Biar sekolah dan orang tua tidak norokin,” tambah Wakil Bupati Buleleng itu.

Antusias dari masyarakat
Pelaksanaan lomba gerak jalan tahun ini, disambut meriah dan antusias oleh masyarakat Buleleng, apalagi setelah vakum selama dua tahun.
Salah satunya datang dari Tri Budi Santoso, mahasiswa Undiksha asal Banyuwangi yang juga ikut menyaksikan lomba gerak jalan kali ini.
“Saya sebagai pendatang sangat mendukung sekali event ini yang sempat terhenti karena pandemi. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus terlaksana setiap tahunnya,” tuturnya. (fJr/JP)



