Pasca Banjir Bandang Warga Yehembang Alami Krisis Air Bersih, Pemkab Jembrana Cepat Tanggap

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Bencana banjir bandang yang menerjang kawasan Jembrana beberapa waktu lalu, selain menghancurkan puluhan rumah warga dan fasilitas umum lainnya, ternyata juga mengakibatkan warga mengalami krisis air bersih.
Sejumlah warga mengaku kesulitan air bersih pasca banjir bandang karena jaringan pipa PDAM mengalami kerusakan. Akibatnya, pasukan air bersih ke rumah-rumah warga jadi putus total.

Kondisi ini dialami oleh ratusan KK di Desa Yehembang dan Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Pasca Banjir bandang, mereka terpaksa mencari air bersih di sungai maupun saluran irigasi untuk keperluan mandi, mencuci, termasuk memasak.
“Kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Pasukan dari PDAM mati total, mungkin karena jaringan rusak,” ujar salah seorang warga Banjar Kaleran, Desa Yehembang, beberapa waktu lalu.
Untuk mengatasi krisis air bersih ini, Pemkab Jembrana melalui PBDB dan Damkar telah membagi-bagikan air bersih ke sejumlah warga yang ada di dua desa tersebut. Tiap harinya ada sekitar 5 tangki air bersih diberikan secara warga dengan sitem bergilir.

Hal tersebut dibenarkan oleh Perbekel Yehembang I Made Semadi. Menurutnya, kerisis air bersih yang terjadi di beberapa banjar di desanya pasca banjir bandang telah diantisipasi oleh pemerintah daerah dengan rutin membagi-bagikan air bersih kepada warga.
“Kami berharap, krisis air bersih ini segera bisa diatasi, perbaikan jaringan air juga sudah mulai dilakukan,” ujar Semadi.(ded/megga)



