BeritaBulelengDaerah
Trending

Ada Korban DB, BMI Buleleng Fogging Puluhan Rumah di Sari Mekar

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Setelah satu orang warga terkena penyakit demam berdarah (DB), puluhan rumah di Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, langsung di-fogging oleh Banteng Muda Indonesia (BMI) Buleleng.

Aksi fogging atau penyemprotan sarang nyamuk ini berlangsung pada hari Minggu, 29 April 2023 pukul 07.00 WITA.

Perbekel Desa Sari Mekar, Ketut Reka Budiarta; menjelaskan bahwa pihaknya meminta bantuan BMI Buleleng untuk fogging guna mencegah penyebaran penyakit DB yang telah memakan korban di wilayahnya.

Perbekel Reka menyebutkan bahwa korban DB di Desa Sari Mekar merupakan anak sekolah yang baru saja keluar dari perawatan di rumah sakit.

“Ada salah satu warga yang kena DB dan dari pemerintah desa untuk berjaga agar tidak berimbas ke masyarakat lain, kami meminta bantuan ke Dokter Caput untuk fogging,” ujarnya.

Pihaknya pun menyayangkan adanya korban DB di wilayah Desa Sari Mekar, lantaran sebelumnya ia bersama pihak desa sudah memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat.

Melalui kepala dusun hingga muda-mudi, ia menghimbau agar mengantisipasi tempat-tempat berkembangnya jentik nyamuk, baik dengan membakar atau mengubur barang-barang yang berpotensi sebagai sarang berkembangnya nyamuk.

Aksi fogging yang dilakukan oleh BMI Buleleng di Desa Sari Mekar
Aksi fogging oleh BMI Buleleng di Desa Sari Mekar. Foto: Franz Jr.

Himbau pentingnya kesadaran kebersihan lingkungan

Sementara itu, Ketua DPC BMI Buleleng, Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., mengatakan bahwa aksi sosialnya ini terlaksana karena kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Terlebih lagi, di musim pancaroba ini kesehatan masyarakat sangat mudah terjangkit penyakit, salah satunya DB.

“Memang latar belakangnya kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, yang kita tahu kondisi musim saat ini sudah pasti ancaman salah satu penyakit yang ditakutkan masyarakat yakni demam berdarah,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa timnya turun setelah pihak desa meminta bantuan untuk melakukan fogging guna mencegah meluasnya penyebaran penyakit demam berdarah. Apalagi setelah adanya korban.

Pria yang akrab dengan panggilan Dokter Caput itu juga menghimbau agar masyarakat mau menjaga kebersihan lingkungan, terlebih dalam pantauannya tadi banyak terlihat tumpukan sampah.

“Seperti kita lihat ternyata banyak tumpukan sampah hingga kaleng. Kesadaran masyarakat ini penting,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia saat ini tengah memasuki musim pancaroba sejak bulan April hingga Mei.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button