Semarak Hari Pramuka ke-64 di Taman Kota Denpasar
Taman Kota Denpasar jadi arena penuh keceriaan, ratusan Pramuka adu keterampilan hingga lomba budaya Bali.

jarrakposbali.com, DENPASAR – Sabtu pagi di Taman Kota Denpasar tampak berbeda. Ratusan anggota Pramuka dengan seragam cokelat khas berkumpul, memenuhi setiap sudut lapangan dengan sorak yel-yel penuh semangat.
Ada yang sibuk menyiapkan tongkat pionering, ada pula yang berlatih baris-berbaris, sementara kelompok lain terlihat serius meracik bumbu tradisional untuk lomba ngelawar.
Suasana meriah ini menjadi bagian dari perayaan Hari Pramuka ke-64 yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Denpasar.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Kwarcab Denpasar, I Gusti Lanang Jelantik, yang menekankan bahwa peringatan Hari Pramuka harus menjadi lebih dari sekadar seremonial.
โHari Pramuka adalah momentum untuk memperkuat karakter generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini kita menanamkan kedisiplinan, kerja sama, dan cinta tanah air, sekaligus membangun semangat gotong royong,โ ujar Lanang Jelantik penuh keyakinan.
Antusiasme peserta makin terlihat saat tiap golongan menampilkan kemampuannya. Anak-anak Siaga dengan ceria melantunkan Dwi Darma dan Dwi Satya, sementara adik-adik Penggalang beradu ketangkasan dalam lomba LKBB Tongkat serta simulasi evakuasi P3K.
Di sisi lain, kelompok Penegak dan Pandega memberi warna berbeda dengan lomba budaya: ngelawar dan gebogan.
โKami ingin lomba ini tidak hanya melatih keterampilan teknis kepramukaan, tapi juga jadi ruang ekspresi dan kebersamaan. Apalagi dengan lomba budaya, anak-anak bisa mengenal lebih dalam akar tradisi Bali,โ kata Ketua Panitia, I Putu Ariek Putra Wijaya Kusuma, usai mendampingi jalannya lomba.
Di balik riuh tepuk tangan dan tawa, terselip pesan kuat tentang pentingnya merawat warisan budaya dalam setiap langkah modernisasi.
Ajang ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka mampu beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan kearifan lokal.
โPramuka Denpasar tidak hanya mendidik soal kedisiplinan dan kepemimpinan, tapi juga memberi ruang agar generasi muda tetap dekat dengan budaya Bali. Inilah cara kami menyiapkan mereka menghadapi masa depan,โ tegas Ketua Kwarcab Denpasar sekaligus Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.
Hari pun beranjak siang, namun semangat para peserta tak surut. Taman Kota Denpasar dipenuhi tawa, sorak dukungan, dan kreativitas yang mengalir dari setiap penampilan.
Perayaan Hari Pramuka ke-64 ini tak hanya meninggalkan kenangan manis, tapi juga menguatkan keyakinan bahwa Gerakan Pramuka akan terus menjadi wadah mendidik generasi muda Denpasar cerdas, tangguh, dan tetap berakar pada budaya lokal.(jpbali).



