Semarak Jambore Ranting Denpasar Selatan di Pantai Mertasari
256 Pramuka Penggalang Ikuti Tiga Hari Petualangan, Persaudaraan, dan Pembinaan Karakter

jarrakposbali.com, DENPASAR – Suasana Pantai Mertasari Sanur pagi itu berbeda dari biasanya. Di bawah rindangnya pohon dan semilir angin laut, ratusan tenda berderet rapi, dihuni oleh para Pramuka Penggalang dari berbagai sekolah dasar di wilayah Denpasar Selatan. Dengan penuh khidmat, Jambore Ranting Denpasar Selatan 2025 resmi dibuka pada Kamis (28/8) ditandai penancapan Kayonan oleh Plt. Camat Denpasar Selatan, Ida Bagus Made Purwanasara.
Sebanyak 256 peserta yang terdiri dari 112 putra dan 144 putri hadir dengan semangat membara. Mereka akan menghabiskan tiga hari penuh dengan aktivitas yang menantang sekaligus mendidik.
“Jambore ini adalah kesempatan emas untuk menempa diri, memperluas wawasan, dan menjalin persaudaraan. Jadilah Pramuka yang tangguh dan mampu memberi kontribusi positif bagi lingkungan dan bangsa,” ujar Ida Bagus Made Purwanasara.
Pantai Mertasari menjadi latar yang unik untuk perhelatan kali ini. Lokasi yang akrab dengan wisata justru disulap menjadi arena belajar, bermain, sekaligus membentuk karakter.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk generasi muda yang mandiri, berkarakter, dan berprestasi. Anak-anak tidak hanya belajar bekerja sama, tetapi juga belajar mencintai alam dan lingkungan sekitar,” kata Ketua Panitia, I Made Sudira.
Tak hanya sekadar berkumpul, Jambore Ranting ini menghadirkan beragam kegiatan menarik, mulai dari penjelajahan, lomba-lomba kepramukaan, pentas seni, hingga kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan. Para peserta juga diajak mengenal Saka Dirgantara, Saka Bakti Husada, hingga Saka Bahari.
“Kami ingin mempertemukan seluruh Pramuka Penggalang di Denpasar Selatan dalam wadah yang membangun, menyenangkan, dan bermakna. Selain meningkatkan keterampilan teknis, jambore ini juga memotivasi peserta agar lebih aktif dan mandiri,” tambah Made Sudira.
Dengan semangat persaudaraan dan jiwa petualang, Jambore Ranting Denpasar Selatan 2025 di Pantai Mertasari diharapkan bukan hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga pengalaman berharga yang membekas sepanjang hayat. Di tepi pantai yang berangin, Pramuka muda Denpasar Selatan belajar arti kebersamaan, gotong royong, dan cinta alam bekal penting untuk masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa.(JpBali).



