Dari Besakih untuk Semesta: Prosesi Suci Menuju Purnama Sasih Kedasa Dimulai

KARANGASEM, Jarrakposbali.com | Suasana khidmat dan penuh spiritualitas menyelimuti kawasan suci Pura Agung Besakih pada Senin 30/3/2026, saat berlangsung prosesi sakral Nedunang Ida Bhatara sebagai bagian dari rangkaian besar karya keagamaan. Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, SH, MH., hadir langsung bersama Sekretaris Daerah Ir. I Ketut Sedana Merta serta Ny. Mas Parwata, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan tradisi suci warisan leluhur Bali.
Prosesi Nedunang Ida Bhatara diawali dari sejumlah pura penting di kawasan Besakih, di antaranya Pura Prajapati Hyang Aluh dan Pura Kiduling Kreteg. Dengan penuh ketulusan dan rasa bhakti, pratima dan simbol-simbol suci diiring menuju Pura Penataran Agung Besakih sebagai pusat persembahyangan utama.
Ribuan umat tampak memadati area pura sejak pagi hari, mengenakan busana adat putih-merah, dan putih-poleng membawa sesajen, dan mengikuti setiap tahapan upacara dengan penuh kekhusyukan. Lantunan kidung suci dan suara genta pemangku menambah suasana religius yang begitu mendalam, menciptakan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Persembahyangan utama di Pura Penataran Agung Besakih dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dari Griya Kedhatuwan Kawista Blatungan. Prosesi ini menjadi momentum penting dalam rangkaian Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang setiap tahunnya selalu dinanti oleh umat Hindu, khususnya di Bali.
Kehadiran Wakil Bupati bersama jajaran pemerintah tidak hanya sebagai bentuk dukungan seremonial, tetapi juga wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual. Dalam kesempatan tersebut, Pandu Prapanca Lagosa mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat sradha dan bhakti, sekaligus mempererat kebersamaan antarumat.
Prosesi Nedunang Ida Bhatara ini sekaligus menandai dimulainya persiapan menuju Puncak Karya yang akan dilaksanakan pada Purnama Sasih Kedasa, jatuh pada 2 April mendatang. Puncak karya ini diyakini sebagai momen paling utama, di mana umat memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keharmonisan jagat raya.
Pelaksanaan IBTK tahun ini akan berlangsung selama kurang lebih 21 hari (nyejer), memberikan kesempatan luas bagi umat dari berbagai daerah untuk hadir dan melakukan persembahyangan. Momentum ini bukan hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga ruang memperkuat rasa persaudaraan, gotong royong, dan identitas budaya Bali yang adiluhung.
Dengan semangat kebersamaan dan ketulusan hati, rangkaian karya di Besakih diharapkan mampu membawa energi positif bagi seluruh masyarakat, serta menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Sebab, dari pura terbesar di Bali inilah, doa-doa suci dipanjatkan untuk keharmonisan alam semesta dan kehidupan yang lebih baik bagi semua. (Rno).



