BeritaBuleleng

Turyapada Tower Dikebut, Target Rampung 2026

BULELENG, jarrakposbali.com – Pada Minggu 5 April 2026 Pagi di perbukitan Desa Pegayaman terasa sedikit berbeda. Aktivitas pembangunan terus bergerak, perlahan membentuk siluet sebuah menara yang dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi penanda baru Bali Utara.

Turyapada Tower, proyek yang sejak awal dirancang bukan hanya sebagai infrastruktur, mulai menunjukkan arah yang semakin jelas menuju penyelesaian pada 2026.

Sejak peninjauan awal pada 16 Agustus 2022, perkembangan proyek ini berjalan bertahap. Kawasan yang dulunya dikenal sebagai wilayah dengan keterbatasan akses siaran kini dipersiapkan menjadi pusat teknologi dan penyiaran yang lebih terintegrasi.

Dalam banyak kasus, persoalan blank spot di Bali Utara menjadi tantangan yang cukup lama dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, perencanaan kawasan tidak berhenti pada fungsi teknis. Turyapada Tower juga disiapkan sebagai destinasi wisata dengan pendekatan pengalaman. Fasilitas seperti jembatan kaca, restoran berputar, hingga planetarium dirancang untuk menghadirkan sudut pandang baru terhadap lanskap Bali yang selama ini lebih dikenal dari wilayah selatan.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari arah pembangunan yang lebih luas.

“Turyapada ini kita rancang sebagai simbol keseimbangan antara teknologi dan budaya. Ada nilai yang ingin kita jaga, sekaligus membuka ruang terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Yang menarik, konsep “Turyapada” sendiri diambil dari filosofi Akasa dan Pertiwi. Dalam praktiknya, ini terlihat dari bagaimana desain dan fungsi kawasan mencoba menyatukan unsur langit dan bumi. Pendekatan ini sering kali menjadi cara Bali menjaga identitasnya di tengah perubahan.

Selain itu, jalur gondola sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer menjadi salah satu elemen yang cukup banyak diperbincangkan. Jalur ini dirancang untuk membuka akses visual 360 derajat, sesuatu yang jarang ditemui dalam pengalaman wisata di Bali bagian utara.

Menurut I Wayan Koster, dampak ekonomi juga menjadi perhatian utama dalam pembangunan ini.

“Kita ingin ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat. UMKM bisa tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi bergerak lebih merata,” jelasnya.

Saat ini, pengerjaan terus berlanjut pada berbagai aspek, mulai dari struktur utama hingga penataan akses kawasan. Pada akhirnya, Turyapada Tower tidak hanya dilihat sebagai proyek fisik, tetapi sebagai upaya membangun pusat pertumbuhan baru di Bali Utara. Sebuah proses yang berjalan bertahap, sambil membawa harapan bahwa pembangunan bisa dirasakan lebih luas oleh krama Bali.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button