BeritaGianyar
Trending

Olahraga Tradisional Warnai HUT Kota Gianyar

Kebersamaan ASN Terjalin Lewat Lomba Enggrang hingga Terompah di Alun-alun Kota

GIANYAR, jarrakposbali.com โ€“ Pada Selasa 7 April 2026 Pagi itu, suasana Alun-alun Kota Gianyar terasa lebih hidup dari biasanya. Tawa dan sorak semangat saling bersahutan, mengiringi langkah para aparatur yang bersiap mengikuti lomba olahraga tradisional.

Dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-255 Kota Gianyar, ruang terbuka itu seperti kembali menghidupkan permainan masa lalu yang kini jarang terlihat dalam keseharian.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Gerakan yang sederhana namun ritmis menjadi pembuka yang mencairkan suasana, sebelum para peserta beralih ke berbagai lomba tradisional seperti enggrang atau tajog, terompah, dan deduplak.

Di banyak momen, terlihat tawa spontan ketika peserta berusaha menjaga keseimbangan di atas enggrang, atau saat langkah tim dalam lomba terompah harus diselaraskan agar tidak terjatuh. Hal-hal kecil seperti ini sering kali justru menjadi ruang interaksi yang terasa lebih hangat.

โ€œPelaksanaan lomba olahraga tradisional ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pelestarian budaya daerah,โ€ ujar Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gianyar, I Wayan Wirasa.

Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan yang lebih dalam tentang pentingnya menjaga warisan budaya. Di tengah ritme kerja yang padat, kegiatan seperti ini menjadi jeda yang memberi ruang bagi aparatur untuk kembali terhubung, baik dengan budaya maupun dengan rekan kerja.

Sering kali, interaksi informal dalam suasana santai justru membantu membangun komunikasi yang lebih cair di lingkungan kerja. Hal ini terasa dalam setiap lomba yang dimainkan secara berkelompok.

โ€œMelalui kegiatan ini diharapkan terbangun kebersamaan, kerja sama tim, serta semangat hidup sehat yang dapat mendukung peningkatan kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,โ€ lanjutnya.

Menjelang akhir kegiatan, semangat para peserta masih terasa konsisten. Tidak ada yang terlalu fokus pada siapa yang menang atau kalah. Yang lebih terlihat adalah kebersamaan yang terbangun sepanjang acara.

Dalam banyak kasus, kegiatan sederhana seperti ini justru meninggalkan kesan yang lebih lama. Ia tidak hanya menghidupkan kembali permainan tradisional, tetapi juga memperkuat identitas dan rasa memiliki terhadap budaya lokal yang terus dijaga di tengah perubahan zaman.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button