Upacara Keagamaan di Masa Pandemi COVID-19, Antara Kewajiban dan Ketidakmampuan

KLUNGKUNG, JARRAKPOSBALI.com | Tidak semua orang mempunyai kemampuan dan rezeki yang sama, Mungkin ungkapan itu pantas untuk diungkapkan pada saat seperti ini, Mengingat COVID-19 tidak ada jalan keluarnya yang pasti, Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah untuk mengatasiya tapi, belum menghasilkan perolehan yang maksimal di satu sisi laju perkembangan COVID-19 menurun tapi di sisi lain malah mengalami peningkatan, akhirnya timbal balik dari perkembangan ini membuat masyarakat bingung dalam menjalankan aktivitasnya.

Sementara, kewajiban yang tidak bisa ditunda, kebutuhan pokok yang harus ada dan tidak bisa untuk ditunda, membuat masyarakat kehilangan berpikir Logisya, Lalu siapa yang salah dalam hal seperti ini ?
Apakah ini karena faktor nasib, ataukah mereka adalah korban dari situasi dan kondisi dari sebuah kebijakan, Banyak hal bisa terkait dalam situasi ini tergantung dari sudut mana kita melihat permasalahan ini.

Menurut salah satu sumber Rohaniwan menyampaikan, Bahwa khususnya umat Hindu di seluruh Indonesia,”Sebagaimana kita maklumi, bangsa Indonesia, bahkan dunia, saat ini masih berjuang mengentaskan wabah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19),”ungkapnya.
Kemudian,”Kondisi ini mendorong kita untuk selalu berusaha mengendalikan diri, beradaptasi dalam kehidupan baru. Kita juga dituntut membiasakan diri berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjalankan protokol kesehatan dengan cara disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, bekerja dari rumah, belajar di rumah, bersembahyang di rumah, dan menghindari kerumunan masa, “jelasya.
Namun,”belakangan kita menyaksikan juga di media sosial, masih banyak anggota masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan, baik dalam kegiatan sehari-hari maupun saat beribadat, terutama terkait upacara Yajna. Kelalaian seperti ini akan dapat mengakibatkan adanya klaster baru, yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga orang lain, “bebernya.

Melakukan kegiatan Yajna memang merupakan perintah agama dan merupakan wujud pengamalan sraddha atau dasar keyakinan. Yajna juga wujud bhakti umat Hindu kepada Sang Maha Pencipta. Kegiatan Ritual Yajna sangat beragam sesuai tradisi atau budaya keagamaan yang berkembang dan dianut komunitas masyarakat. Karena itu, tradisi tersebut bukan harga mati. Ia boleh berubah sesuai tuntutan aktual yang di hadapinya (td/JP).



