Berita

Amor Ing Acintya…! Siswi Cantik Korban Terseret Banjir Bandang Jasatnya Ditemukan di Pesisir Pantai Delod Berawah

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Setelah melakukan pencarian dengan itensif sejak dinyatakan hilang, akhirnya tim SAR Jembrana berhasil menemukan jasat Ni Putu Widya Margarera, Selasa (18/10/2022) siang.

Jasat gadis cantik yang malang asal Banjar Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tersebut ditemukan oleh salah seorang warga yang mencari kayu bakar di pesisir Pantai Delod Berawah, sekitar pukul 13.30 Wita atau sekitar 12 KM dari TKP tenggelam.

Warga tersebut kemudian menghubungi tim SAR yang memang berada di dekat lokasi karena sedang melakukan pencarian terhadap korban. Setelah dilakukan proses identifikasi dan pemeriksaan luar terhadap jasat korban oleh tim medis, jasat korban kemudian dievakuasi ke RSUD Negara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Koordinator Pos SAR Jembrana Dewa Hendry Gunawan dikonfirmasi jarrakposbali.com mengatakan, saat ditemukan korban dalam keadaan sudah meninggal dunia. Ditemukan di pesisir pantai Delod Berawah, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo.

“Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap seperti saat kejadian. Ditemukan oleh warga yang sedang mencari kayu bakar,” terangnya.

Saat ini jasat korban menurutnya telah dievakuasi ke RSUD Negara untuk pemeriksaan medis lanjutan, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga, untuk dilakukan prosesi upacara pengabenan.

Sementara itu Perbekel Penyaringan I Made Dresta yang hadir di lokasi penemuan dikonfirmasi membenarkan jasat yang ditemukan di pesisir pantai Delod Berawah tersebut adalah warganya yang dilaporkan hilang pada Senin, 17 Oktober 2022 dini hari karena terseret banjir bandang.

Sebelumnya, Ni Putu Widya Margareta, siswi kelas tiga SMA Negeri 2 Mendoyo, asal Banjar Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, dilaporkan hilang terseret banjir bandang pada Senin, 17 Oktober 2022, pukul 01.30 Wita.

Korban saat kejadian bersama bapaknya hendak pergi berjualan ke pasar Lateng, Negara dengan mengendarai mobil Pik-up. Namun lantaran jembatan Bilukpoh tidak bisa dilewati kendaraan lantaran diterjang banjir bandang, korban dan bapaknya kemudian melintas di jalan alternatif.

Setiba di dekat jembatan penyaringan, mereka kemudian menghentikan kemdaraannya. Korban kemudian turun dari mobil berjalan kaki menuju jembatan Penyaringan untuk mengecek kondisi jembatan. Naas saat mengecek kondisi jembatan, korban terpleset dan jatuh ke sungai, hingga akhirnya terseret banjir bandang.(ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button