
KLUNGKUNG, jarrakposbali.com – Pada Sabtu 10 April 2026 Pagi di Pantai Goa Lawah terasa berbeda. Di antara debur ombak dan semilir angin laut, puluhan orang tampak memungut sampah, menyusuri garis pantai dengan semangat kebersamaan.
Mereka bukan sekadar relawan biasa, melainkan jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) se-Bali yang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga bagian dari pengabdian.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-18 Bawaslu RI, Bawaslu Kabupaten Klungkung bersama Bawaslu Provinsi Bali menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Goa Lawah, Semarapura.
Kegiatan ini menjadi lebih bermakna dengan diluncurkannya program Jaga Alam Bali (JALA), sebuah gerakan yang mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Sejak pukul 07.00 Wita, kegiatan telah dimulai dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Bawaslu se-Bali hingga Forkopimda Kabupaten Klungkung. Hadir pula pimpinan perangkat daerah serta penyelenggara pemilu lainnya, menambah semangat kolaborasi lintas sektor.
“Permasalahan sampah tidak akan bisa diselesaikan tanpa kerja sama semua pihak. Bawaslu hadir tidak hanya mengawasi pemilu, tetapi juga melakukan aksi nyata bersama masyarakat,” ujar Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Adinata.
Aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Di balik setiap sampah yang dipungut, tersimpan pesan kuat tentang tanggung jawab bersama menjaga alam Bali yang kini menjadi sorotan nasional dalam isu pengelolaan sampah.
Melalui gerakan JALA, Bawaslu ingin menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari sumbernya.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Kita tidak hanya menjaga suara pemilih, tetapi juga menjaga lingkungan,” tegas Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna.
Aksi bersih pantai ini kemudian ditutup dengan pelepasan burung ke alam bebas sebuah simbol harapan akan kembalinya keseimbangan ekosistem.
Dari Pantai Goa Lawah, pesan itu mengalir, menjaga demokrasi dan menjaga alam adalah dua hal yang berjalan seiring. Bawaslu telah memberi contoh, kini giliran masyarakat untuk melanjutkan gerakan menjaga Bali tetap lestari.(JpBali).



