Saraswati Singaraja Segera Miliki Adi Widya Pasraman
Dikunjungi Tim Visitasi Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Cabang Buleleng (Saraswati Singaraja) akan segera memiliki Adi Widya Pasraman.
Sekolah yang ada di Kota Singaraja sebagai Kota Pendidikan tampaknya akan bertambah.
Ini setelah Saraswati Singaraja akan segera memiliki Adi Widya Pasraman yang setara dengan SD beralamat di Jl. Bisma No. 4 Singaraja.
Terbaru, Tim Visitasi dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) mengunjungi lokasi Adi Widya Pasraman Saraswati Singaraja itu.
Tim yang ini didampingi langsung oleh Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI itu, melakukan kunjungan tersebut pada hari Jumat, 10 Juni 2022 pukul 10.00 WITA.
Kedatangan mereka bertujuan untuk melihat secara dekat kesiapan baik fisik dan non fisik serta pengarahan terkait pendirian Adi Widya Pasraman Saraswati Singaraja.
Sekretaris Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI, Made Santika; mendukung penuh pendirian Adi Widya Pasraman Saraswati Singaraja.
Hal ini menurutnya, karena Bali yang mayoritas beragama Hindu sehingga sudah sepantasnya memiliki sekolah keagamaan.
Made Santika juga berujar bahwa sekolah keagamaan begitu penting mengingat saat ini agama sudah dijadikan simbol politik.
“Dengan munculnya isu intoleransi, radikalisme, dan sebagainya, maka di sekolah harus dilakukan langkah-langkah agar bisa menghargai sesama,” ujarnya.
“Kita mengharapkan dapat menghasilkan anak yang sujana, yang baik dan memiliki pengetahuan yang luas, tapi memiliki pondasi keagamaan yang kuat,” ungkap Made Santika.
[irp]
Pendidikan karakter menjadi landasan
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Cabang Buleleng, Drs. I Ketut Suka, M.Pd., menyebutkan bahwa pendirian ini berkaca dari beberapa faktor.
I Ketut Suka mengutarakan bahwa pendidikan saat ini harus berlandaskan pembentukan karakter, sehingga dirinya mendirikan Adi Widya Pasraman.
“Karena pendidikan saat ini harus mengacu pada pendidikan karakter, sehingga menurut kami harus dimulai dari awal,” jelasnya
“Dan kami concern untuk peningkatan kualitas pendidikan dengan menanamkan karakter kehinduan,” lanjutnya lagi.
Ia berujar bahwa dari kunjungan tersebut, kini pendirian Adi Widya Pasraman Saraswati Singaraja sudah hampir final dan menunggu turunnya surat keputusan (SK).
I Ketut Suka berharap agar sebelum bulan Juli 2022, SK tersebut dapat turun sehingga pada tahun ajaran 2022/2023 sudah dapat menerima siswa dan membuka kelas.
“Sudah 99 persen, semua berkas untuk pendirian sudah kami penuhi, tinggal satu catatan saja,” ungkap I Ketut Suka.
Terkait lulusan Adi Widya Pasraman atau SD-nya nanti, I Ketut Suka menerangkan bahwa tidak akan menjadi masalah lantaran ijazah dan kurikulum yang sama dengan sekolah pada umumnya.
[irp]Diharapkan mampu menjaga budaya dan tradisi Bali
Di samping itu, I Gusti Made Sunartha, Direktur Pendidikan Hindu Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI; menyebutkan Saraswati Singaraja sebagai pelopor.
Yakni pelopor pendirian sekolah dasar berbasis agama Hindu di Singaraja.
Sunartha juga sangat mendukung serta merespons adanya pendirian Adi Widya Pasraman ini lantaran sudah banyaknya pendidikan keagamaan lain.
Disamping dengan banyaknya rongrongan serta tantangan yang menghantam adat, budaya, serta tradisi Bali dan agama Hindu.
“Bali ini sudah dirongrong dari segala arah, sehingga diharapkan sekolah berbasis agama Hindu dapat mengatasi serta menjaga budaya dan tradisi Hindu,” terangnya.
Dalam proses pembelajaran nanti, siswa di Adi Widya Pasraman Saraswati Singaraja akan mendapatkan komposisi 60 persen pelajaran keagamaan dan 40 persen pelajaran reguler.
“Karena bernuansa agama, sehingga 60 persen pembahasan utamanya adalah pembelajaran terkait agama Hindu, sisanya berkaitan dengan pelajaran reguler,” tandas Sunartha. (fJr/JP)



