BeritaDenpasar

D'Youth Fest 6.0 Ditutup Meriah, Denpasar Rayakan Kreativitas Anak Muda

DENPASAR, jarrakposbali.com – Malam perlahan menyelimuti Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. Di bawah cahaya lampu panggung yang berputar dari segala arah, ribuan orang larut dalam irama musik yang mengalun tanpa jeda. Tepuk tangan, nyanyian, dan sorak penonton berpadu menjadi penutup yang hangat bagi perjalanan Denpasar Youth Festival atau D’Youth Fest 6.0 Tahun 2026. Festival ini kembali menghadirkan ruang yang mempertemukan kreativitas, budaya, komunitas, dan semangat anak muda dalam satu panggung bersama.

Penampilan Skoozy, Ary Kencana, Dialog Dini Hari, hingga Ari Lesmana menjadi sajian utama pada malam penutupan. Konsep panggung 360 derajat membuat ribuan penonton dapat menikmati pertunjukan dari berbagai sisi. Suasana terasa hidup sejak awal hingga lagu terakhir dimainkan, sementara deretan stan UMKM dan area komunitas tetap dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati pengalaman festival secara utuh.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan berpartisipasi. Semua masukan akan menjadi evaluasi agar penyelenggaraan D’Youth Fest ke depan semakin baik,” ujar Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.

Bagi Pemerintah Kota Denpasar, D’Youth Fest bukan hanya agenda hiburan tahunan. Festival ini menjadi ruang belajar, berekspresi, sekaligus membangun jejaring bagi generasi muda. Beragam komunitas, pelaku seni, pegiat ekonomi kreatif, hingga UMKM mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat dalam suasana yang terbuka dan inklusif.

“Semangat dan kreativitas anak muda harus terus tumbuh. D’Youth Fest kami harapkan menjadi puncak ekspresi kreativitas generasi muda Denpasar setiap tahunnya,” kata Arya Wibawa.

Sepanjang penyelenggaraan, D’Youth Fest 6.0 menghadirkan rangkaian kegiatan yang mencerminkan wajah kreatif Kota Denpasar. Mulai dari pameran mural, pemutaran film, workshop, komunitas kreatif, fashion, hingga kolaborasi seni budaya yang melibatkan banyak talenta lokal. Festival ini juga memberi ruang bagi sedikitnya 20 UMKM kuliner dan lima food truck untuk memperluas pasar sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan kreativitas sekaligus ekonomi kreatif. Festival ini akan terus kami selenggarakan setiap tahun dengan kualitas yang semakin baik,” tambah Arya Wibawa.

Pada tahun ini, penyelenggara juga memperkuat pesan kepedulian terhadap lingkungan. Bersama Komunitas Eling Ring Pertiwi, pengelolaan sampah selama festival dilakukan secara lebih terintegrasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat bahwa sebuah festival kreatif juga dapat berjalan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“D’Youth Fest bukan sekadar festival hiburan. Ini adalah ruang bersama bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan memperkuat identitas kreatif Kota Denpasar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti.

Ketika lagu terakhir usai dimainkan, sorot lampu panggung perlahan meredup. Namun energi yang tumbuh selama D’Youth Fest 6.0 belum benar benar berakhir. Ia berpindah ke ide baru, karya baru, komunitas baru, dan mimpi baru yang dibawa pulang oleh ribuan anak muda malam itu. Di Denpasar, kreativitas tampaknya tidak berhenti ketika festival ditutup. Ia justru menemukan ruang untuk terus tumbuh, menghubungkan budaya dengan inovasi, serta menggerakkan ekonomi kreatif sebagai bagian dari perjalanan menuju Denpasar sebagai kota kreatif yang semakin maju.(JpBali).

      

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button