BeritaDenpasarSeni Budaya

Festival Ogoh-Ogoh Sanur Metangi Dibuka di Pantai Mertasari

DENPASAR, jarrakposbali.com – Sore di Pantai Mertasari terasa berbeda. Angin laut bergerak pelan di antara barisan ogoh-ogoh yang berdiri megah, sementara warga dan wisatawan mulai berkumpul menikmati suasana festival. Di tengah atmosfer budaya yang terasa hangat itu, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, membuka Festival Ogoh-ogoh Sanur Metangi dengan pemukulan gong, Rabu (11/3/2026).

Pembukaan festival tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar IB Yoga Adi Putra dan Wayan Mariana Wandira, jajaran OPD terkait, serta perbekel, lurah, bendesa adat, dan tokoh masyarakat di kawasan Sanur.

Setelah prosesi pembukaan, Walikota Jaya Negara menyempatkan diri berkeliling meninjau ogoh-ogoh berukuran besar yang dipamerkan dalam festival. Ia juga melihat langsung proses penilaian ogoh-ogoh mini, lomba tapel, serta lomba sketsa yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan festival.

Di banyak kasus, festival budaya sering menjadi ruang bertemunya kreativitas dan kebersamaan. Hal yang sama terasa dalam Festival Sanur Metangi. Anak-anak muda terlihat terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari proses pembuatan ogoh-ogoh hingga kompetisi seni yang menyertainya.

Ketua Panitia Festival Ogoh-ogoh Sanur Metangi, Ida Bagus Prajiskana Jisnu, menjelaskan bahwa sebelum festival berlangsung telah dilakukan proses penilaian terhadap 27 ogoh-ogoh terbaik dari seluruh wilayah Sanur. Proses penilaian tersebut dilaksanakan pada 1 Maret 2026.

Dari hasil penilaian tersebut, sebanyak 20 ogoh-ogoh terpilih akan tampil dalam parade spesial pada puncak Festival Sanur Metangi yang dipusatkan di Pantai Mertasari.

Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sering kali menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Konsep Sanur Metangi ini terasa hidup karena memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya. Kegiatan budaya seperti ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus menghidupkan kawasan Sanur sebagai destinasi pariwisata,” ujarnya.

Festival Ogoh-ogoh Sanur Metangi juga menghadirkan berbagai perlombaan seperti lomba ogoh-ogoh, lomba sketsa ogoh-ogoh, lomba ogoh-ogoh mini, serta lomba tapel ogoh-ogoh. Kehadiran pelaku UMKM dan pertunjukan kesenian menambah suasana festival menjadi lebih ramai dan berwarna.

Hingga puncak acara pada Kamis (12/3), kawasan Pantai Mertasari diperkirakan akan terus dipenuhi warga yang ingin menikmati suasana budaya Sanur. Di banyak momen seperti ini, festival tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan kehidupan masyarakat pesisir yang terus bergerak bersama waktu.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button