Taman Nusantara Gianyar: Merajut Toleransi di Tangan Generasi Muda
Menanam Benih Persatuan dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas 2045

jarrakposbali.com, GIANYAR – Di sebuah aula sederhana yang dipenuhi semangat dan senyuman muda, puluhan siswa berseragam dari berbagai SMP dan MTs tampak berbaur, tanpa sekat agama, suku, ataupun asal-usul. Selasa pagi (5/8), Aula SMP Hindu Negeri 2 Sukawati menjadi saksi ketika generasi muda Gianyar memulai perjalanan penting: membangun masa depan lewat toleransi.
Di sinilah Taman Nusantara Gianyar kembali digelar, sebuah ruang inklusif yang digagas Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk membina nilai kerukunan antar umat beragama. Kegiatan ini tidak sekadar pertemuan formal; ia adalah panggung bagi anak-anak bangsa untuk mengenal satu sama lain, mempelajari perbedaan, dan memaknainya sebagai kekuatan, bukan ancaman.
Benih yang Ditanam Sejak Dini
Tepat pukul 08.00 WITA, kegiatan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, dengan simbolisasi pengalungan kartu peserta kepada perwakilan siswa.
Satu per satu peserta menyambut hangat rangkaian acara, yang dirancang bukan hanya sebagai pengajaran, melainkan juga pengalaman.
Dalam sambutannya, Pasek Lanang menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya memupuk harmoni dalam keberagaman sejak usia muda.
โIndonesia adalah bangsa yang dirajut dari berbagai suku, agama, dan budaya. Ini bukan alasan untuk terpecah, melainkan alasan untuk lebih erat dalam persaudaraan,โ ujarnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini adalah investasi peradaban. Investasi yang tidak terlihat hari ini, namun akan menjadi fondasi yang kokoh di tahun-tahun mendatang.
Lintas Iman, Lintas Harapan
Tak hanya sekadar forum diskusi, Taman Nusantara Gianyar hadir dengan kegiatan berbasis pengalaman.
Selama lima hari, para siswa akan mengikuti sesi tentang nilai kebangsaan, pemahaman lintas iman, hingga bahaya kenakalan remaja dan narkoba.
Pada hari terakhir, para peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke rumah-rumah ibadah yang ada di Kabupaten Gianyar. Masjid, pura, gereja, dan vihara akan mereka datangi bukan sebagai tamu, tapi sebagai saudara sebangsa.
โPerbedaan itu indah, dan harus dinikmati. Bukan untuk dipertentangkan, tapi dijadikan jembatan,โ tegas Pasek Lanang.
Dari Gianyar untuk Indonesia
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Taman Nusantara Gianyar adalah upaya konkret Pemkab Gianyar menjawab tantangan zaman: bagaimana menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan toleran.
Dalam senyum para siswa yang menyimak materi, dalam jabat tangan lintas seragam, dan dalam dialog kecil di sela-sela acara, benih Indonesia masa depan itu ditanam.
Tidak dengan pidato panjang, tapi dengan perjumpaan, pelukan hangat, dan rasa ingin tahu terhadap satu sama lain.
Kelak, dari aula sederhana ini, mungkin akan lahir pemimpin, guru, atau warga biasayang semua punya satu benang merah: pernah belajar tentang toleransi, sejak dini, di Taman Nusantara Gianyar.(jpbali).



