Konsultasi Publik Rancangan RDTR di Abiansemal Libatkan Unsur Masyarakat

BADUNG, jarrakposbali.com | Demi menciptakan kondisi yang seimbang antara kebutuhan dan ketersediaan lahan di kawasan Kecamatan Abiansemal, dipandang perlu perencanaan tata ruang yang komprehensif.
Lebih- lebih wilayah Abiansemal merupakan penyangga kawasan perkotaan Mangupura, di samping juga menjadi kawasan perkotaan Sarbagita.
Dan untuk mensosialisasikan pemahaman mengenai hal tersebut, diselenggarakan Konsultasi Publik Rancangan RDTR di Kantor Camat Abiansemal secara tatap muka dan juga secara zoom meeting, Rabu (6/4/2022)
Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, para Perbekel se-Kecamatan Abiansemal, Camat Abiansemal, anggota DPRD Badung, serta beberapa Kadis Kabupaten Badung tersebut dimulai pukul 10.00- 12.30 Wita.
Sebagai narasumber yang memaparkan materi sedianya disampaikan oleh Kadis BUPR, namun diwakili oleh Kabidnya yaitu Ibu Larasati.
Ditinjau dari demografi dan geografinya,Kecamatan Abiansemal terdiri dari 18 Desa dengan luas wilayah 6.621,21 hektar dengan jumlah penduduk hingga Bulan Desember 2022 berjumlah 99.084 jiwa.
Camat Abiansemal,Ida Bagus Putu Mas Arimbawa,S.Sos. yang ditemui usai acara mengatakan ada beberapa masalah yang ditemui di lapangan mengenai tata ruang ini.
“Masalah itu meliputi, adanya pusat perkantoran yang mempengaruhi pertumbuhan penggunaan lahan. Lalu, dominasi pola aktifitas perumahan radial konsentris menyebar mengikuti jaringan jalan akibat dari konsentrasi aktifitas perdagangan dan jasa,” terangnya.
Untuk itu, dalam rapat tadi pihaknya juga mengundang para perbekel, DPRD Dapil Abiansemal dan stakeholder dari BUPR serta dinas terkait. Sehingga dengan begitu lahir kesamaan pemahaman.
“Mengingat wilayah Abiansemal terbagi menjadi beberapa zone pengembangan sesuai dengan perkembangan situasi terkini,” terang Mas Arimbawa.
Ditanya mengenai strategi dan pengembangan wilayah, Camat lulusan STPDN ini mengatakan untuk memperkuat fungsi kawasan perkantoran.

Mengenai kebijakan dan strategi pengembangan wilayah dengan memperkuat fungsi pusat perkantoran, pemerintahan kota secara makro dengan strategi memelihara karakter kawasan pusat pemerintahan, mengendalikan perkembangan linear kegiatan perdagangan, memperluas kawasan perdagangan, meremajakan taman kota, mengintegrasikan kawasan Abiansemal dengan perkantoran.
Pihaknya juga akan menyediakan hunian- hunian yang berkarakter urban dalam rangka memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi semua golongan. Disamping itu meningkatkan kualitas image sebagai kawasan yang layak, nyaman dan unik bagi tempat tinggal, bekerja, belanja dan rekreasi serta mendukung kawasan Abiansemal sebagai kota berbasis pariwisata.
Dikatakan pula, pihaknya selalu melibatkan semua perbekel, sehingga ada solusi dan akan dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya yang berfungsi menjabarkan secara rinci.
Para Perbekel akan dilibatkan dalan rapat koordinasi secara bertahap dengan pihak BUPR serta anggota dewan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat bisa masuk dalam perencanaan ini.
“Karena perbekel yang paling detail mengenai kawasannya. Dengan begitu antara aspirasi rakyat terbawah dengan perencanaan yang disusun dari BUPR bisa selaras,” pungkas Mas Arimbawa. (asa)



