
jarrakposbali.com, DENPASAR – Hujan deras tanpa henti selama lebih dari 24 jam membuat Tukad Badung meluap. Sejumlah kawasan vital di Kota Denpasar lumpuh, termasuk Pasar Kumbasari, Jalan Sulawesi, hingga Jalan Pura Demak. Di tengah kepanikan warga, Gubernur Bali Wayan Koster bergerak cepat, turun langsung ke lokasi banjir, memastikan evakuasi korban, hingga menyiapkan dana tanggap darurat.
Saat tiba di kawasan Jalan Sulawesi, Koster disambut keluhan para pemilik toko yang kehilangan banyak dagangan akibat terendam air.
“Mohon bantuannya Pak Gubernur, salah satu penyebabnya adalah sampah. Tolong pak, ini mendapat perhatian,” pinta seorang pemilik toko dengan nada penuh harap.
Koster pun mencoba menenangkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam, bahkan sudah menyiapkan langkah darurat melalui Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Kita akan cairkan Dana BTT, sharing antara Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar. Semua kerugian akan didata, mulai dari bangunan hingga barang dagangan,” tegas Koster.
Tak hanya itu, Koster juga memastikan santunan bagi korban jiwa. Ia menegaskan pemerintah hadir dalam situasi darurat, termasuk mendukung pencarian warga yang hanyut.
“Bagi yang korban meninggal dunia, ada juga kami siapkan santunannya Rp 15 juta,” ujarnya.
Upaya penanganan juga mendapat dukungan penuh dari aparat TNI. Sebanyak 450 personel diterjunkan untuk membantu pembersihan dan evakuasi warga di titik-titik banjir.
“Prioritas kami saat ini adalah pencarian korban dan pembersihan sampah agar aktivitas masyarakat bisa segera pulih,” jelas Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra.
Di tengah derasnya hujan, Koster bersama sang istri, Putri Suastini Koster, tetap melanjutkan peninjauan hingga ke Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak. Bahkan, ia ikut membantu evakuasi warga menggunakan perahu karet.
“Kami ingin memastikan semua penanganan berjalan baik. Yang utama adalah keselamatan warga, baru setelah itu kita pulihkan perekonomiannya,” ujar Koster.
Hari itu, wajah-wajah penuh cemas warga sedikit terobati oleh kehadiran pemimpinnya. Meski banjir besar menyapu pusat perdagangan Denpasar, harapan untuk bangkit kembali tetap menyala. Dengan langkah cepat, koordinasi lintas instansi, dan janji pemulihan dari pemerintah, warga percaya bahwa Denpasar bisa segera pulih dari bencana.(JpBali).



