Minyak Goreng Langka, Fraksi Gerindra DPRD Jembrana Minta Polisi Bertindak

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Kelangkaan minyak goreng sejak beberapa bulan belakangan ini, ternyata telah membuat masyarakat menjerit.
Dugaan penimbunan oleh oknum tertentu dituding sebagai biang kerok kelangkaan minyak goreng di negeri penghasil sawit terbesar di dunia.
Di Jembrana, minyak goreng juga langka di pasar-pasar. Warga mengaku susah mendapatnya. Meskipun ada, harganya cukup mahal. Ini berimbas pada sektor usaha kecil yang menjadikan minyak goreng sebagai bahan baku utama.

Kondisi ini rupanya mendapatkan perhatian serius dari kalangan DPRD Jembrana. Fraksi Gerindra DPRD Jembrana tegas menyampaikan agar aparat penegak hukum menindak lanjuti persoalan besar ini akan kemungkingan ada penimbunan oleh oknum tertentu, termasuk distributor.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jembrana Ketut Sadui Darmawan mengatakan, persoalan kelangkaan minyak goreng di Jembrana harus ditindaklanjuti segera. Dinas terkait harus segera mengambil langkah konkrit melakukan upaya penyrlamatan.
Demikian halnya aparat penegak hukum dan Satgas Pangan Jembrana harus menelusiri atau menyelidiki untuk mengetahui penyebab kelangkaan minyak goreng itu, apakah disebabkan karena adanya penimbunan oleh oknum atau karena sebab lain.

“Jika dari hasil penelusuran atau penyelidikan itu, ada penimbunan, pelakunya haruslah ditindak tegas,” terangnya, Sabtu (12/3/2022)
Menurutnya, jika ada yang melakukan penimbunan, pengusaha atau pihak yg melakukan penimbunan di wilayah Jembrana, Fraksi Gerindra mendorong
pihak penegak hukum untuk memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Untuk pemerintah daerah, kami meminta agar mencabut semua pasilitas perijinkannya,” tegas Sadui.(ded)



