
BANGLI, jarrakposbali.com – Suasana khidmat memenuhi Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati Bangli saat sembilan kepala desa resmi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Perbekel periode 2026–2034. Bagi mereka, prosesi itu bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan awal dari amanah panjang untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan membawa desa tumbuh lebih maju, mandiri, serta sejahtera.
Momentum penting tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Bangli. Ketua DPRD I Ketut Suastika bersama Wakil Ketua I I Nyoman Budiada dan Wakil Ketua II I Komang Carles hadir langsung sebagai wujud komitmen memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam membangun Bangli dari akar rumput.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sembilan Perbekel periode 2026–2034 dipimpin langsung Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta pada Selasa (21/7/2026). Prosesi tersebut turut dirangkaikan dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Desa dari sembilan desa yang dilantik.
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kabupaten Bangli beserta pengurus, kepala perangkat daerah, para camat, tim pemilihan perbekel, tokoh masyarakat, hingga berbagai unsur masyarakat yang memenuhi ruang pelantikan.
Adapun sembilan desa yang kini memiliki pemimpin baru untuk masa bakti delapan tahun yakni Desa Binyan, Desa Dausa, Desa Bonyoh, Desa Kintamani, Desa Subaya, Desa Pinggan, Desa Abang Batudinding, Desa Bunutin, serta desa lainnya yang telah ditetapkan sesuai hasil pemilihan perbekel.
Kehadiran pimpinan DPRD Bangli dalam momentum tersebut mencerminkan dukungan terhadap penguatan tata kelola pemerintahan desa. Desa dipandang sebagai fondasi pembangunan daerah sehingga kolaborasi antara pemerintah kabupaten, DPRD, dan pemerintah desa menjadi faktor penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan di desa, tetapi menjadi awal pengabdian untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pemerintah desa menjadi kunci agar setiap program pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi warga Bangli.”
Dengan telah dilantiknya sembilan perbekel beserta Ketua TP PKK Desa, Kabupaten Bangli memasuki babak baru dalam penguatan pemerintahan desa. Harapan besar kini bertumpu pada lahirnya kepemimpinan yang mampu merangkul masyarakat, mengelola potensi desa secara optimal, serta menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke tingkat paling dekat dengan kehidupan warga.
Bagi DPRD Kabupaten Bangli, pelantikan ini menjadi penanda bahwa pembangunan tidak hanya dimulai dari pusat pemerintahan, tetapi juga bertumbuh dari desa. Ketika pemerintah daerah dan pemerintah desa berjalan dalam langkah yang sama, cita-cita mewujudkan Bangli yang maju, berdaya saing, dan sejahtera akan semakin mudah diwujudkan.(JpBali).



