Gelar Pameran Seni, Artmostfier Undiksha Angkat Fenomena Sosial

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Artmostfier Undiksha menggelar pameran seni yang karyanya mengangkat fenomena sosial.
Sebanyak 20 orang Gabungan Mahasiswa Seni Rupa (Gamasera) angkatan 2019 atau Artmostfier menggelar pameran seni.
Ketua Panitia Pameran Seni Artmostfier, Romi Hartono; menyebutkan bahwa pameran kali ini mengangkat tema Exposition.
“Tema ini memberi gambar latar belakang fenomena atau kejadian yang terjadi saat ini di masyarakat,” ungkapnya pada Sabtu, 7 Januari 2023.
Romi menyebutkan bahwa pameran seni ini akan berlangsung mulai tanggal 9-30 Januari 2023 bertempat di Galeri Paduraksa Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha.
Pameran seni ini rencananya akan berlangsung secara offline atau luring berbeda dengan tahun lalu yang masih berlangsung secara semi daring.
Menghadirkan karya-karya terbaru, pameran ini ternyata memiliki tujuan tersendiri bagi mahasiswa Seni Rupa Undiksha.
Terselenggaranya pameran seni baik secara berkelompok maupun tunggal menjadi titik puncak bagi mahasiswa seni.
“Harapannya jika suatu saat akan mengadakan pameran lagi, sudah paham mengenai pameran serta manajemennya,” ujar Romi.
Sementara itu, salah satu kurator, Gede Suardika; menjelaskan bahwa karya-karya yang tampil dalam pameran seni Exposition tentu memiliki cerita.
“Tidak hanya berkarya, namun juga berkonsep,” ucap Suardika yang juga mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Undiksha itu.

Hadirkan puluhan karya
Para mahasiswa yang ikut dalam pameran seni Artmostfier ini, menampilkan karya sesuai dengan study khusus mereka.
Tercatat ada sekitar 60 karya yang dipamerkan yang terbagi atas seni grafis, seni lukis, seni patung, kriya tekstil, kriya keramik, kriya kayu, prasimologi, intermedia, dan desain komunikasi visual.
Dari 20 orang seniman, tercatat lima orang menampilkan karya seni lukis, kemudian masing-masing tiga orang akan menampilkan karya seni grafis dan kriya keramik.
Selanjutnya dua orang mahasiswa akan menampilkan karya-karya menariknya dari desain komunikasi visual dan kriya tekstil.
Lalu masing-masing satu orang akan menampilkan karya dari seni patung, kriya kayu, prasimologi, dan intermedia.
Dalam penyelenggaraannya, akan ada berbagai kegiatan workshop seputar seni, seperti workshop lino cut, prasi, batik, dan ukir kayu.
Sehingga pameran ini diharapkan dapat merangsang semangat generasi muda untuk mencintai seni dan budaya Indonesia yang beragam. (fJr/JP)



