
DENPASAR, jarrakposbali.com – Melawan bullying tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kadang, sebuah ide sederhana dari bangku sekolah justru bisa menjadi awal perubahan.
Semangat itulah yang dibawa lima pelajar yang tergabung dalam Denpasar IT Community. Mereka menciptakan website “Unbully”, sebuah inovasi berbasis teknologi yang dirancang untuk membantu mencegah sekaligus menangani perundungan di lingkungan sekolah.
“Ini merupakan langkah awal untuk membantu mengatasi perundungan di lingkungan sekolah. Kami berharap ke depannya website ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Denpasar,” ujar Ketut Nugraha Suadarma, Pembina Denpasar IT Community
Inovasi tersebut akan dibawa ke ajang Indonesia Inventors Day 2026 tingkat internasional di Jakarta, 3–6 Oktober mendatang. Tim Denpasar IT Community terdiri dari lima siswa, yakni empat siswa SMP Negeri 9 Denpasar dan satu siswa SMP Cipta Dharma Denpasar.
Di balik karya tersebut, ada keresahan yang ingin dijawab. Perundungan bukan sekadar persoalan ejekan atau candaan di lingkungan sekolah. Jika dibiarkan, persoalan tersebut dapat berdampak pada rasa aman dan kenyamanan siswa dalam menjalani proses pendidikan.
Melalui Unbully, para pelajar ini mencoba menghadirkan ruang yang lebih aman untuk menyampaikan persoalan.
“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada adik-adik yang telah terpilih untuk mewakili Kota Denpasar pada ajang Indonesia Inventors Day 2026. Pemerintah Kota Denpasar akan terus memberikan dukungan dan motivasi,” tegas Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa
Website Unbully dilengkapi fitur pelaporan yang memungkinkan siswa menyampaikan laporan kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK). Menariknya, konsep pelaporan dirancang dengan memperhatikan privasi siswa.
Poster yang dilengkapi QR code nantinya dapat ditempatkan di toilet sekolah. Siswa yang membutuhkan bantuan cukup memindai kode tersebut untuk mengakses sistem pelaporan.
KSelain kanal pengaduan, Unbully juga menghadirkan video edukasi mengenai pencegahan bullying serta langkah menghadapi dampak yang ditimbulkan dari perundungan.
ITeknologi dalam hal ini tidak hanya digunakan untuk menciptakan sesuatu yang canggih. Para pelajar Denpasar justru mencoba menjadikannya sebagai alat untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri.
“Kami sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk mewakili Kota Denpasar pada ajang Indonesia Inventors Day 2026. Pertemuan dengan Bapak Wawali Arya Wibawa juga menjadi motivasi bagi kami untuk semakin semangat dan memberikan yang terbaik,” kata Ni Putu Keisha Athaya Suardika, anggota Tim Denpasar IT Community
Dukungan Pemerintah Kota Denpasar menjadi tambahan energi bagi kelima pelajar tersebut sebelum bertolak ke ajang internasional. Namun lebih dari sekadar mengejar prestasi, Unbully membawa pesan bahwa perubahan bisa lahir dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dari ruang kelas, dari keresahan para siswa, dan dari keberanian untuk mencari solusi, lima pelajar Denpasar mencoba membuktikan bahwa teknologi bukan hanya soal layar dan kode program.
Teknologi juga bisa menjadi suara bagi mereka yang selama ini memilih diam.(JpBali).



