Berita

Upacara Bayuh Oton dan Sapuh Leger Bagi Orang Bali yang Lahir Saat Tumpek Wayang, Begini Maknanya

DENPASAR, jarrakposbali.com ! Saniscara Kliwon Wuku Wayang yang jatuh pada Sabtu (1/10/2022), Umat Hindu di Bali merayakan hari suci Tumpek Wayang.

Tumpek Wayang dilaksanakan setiap 210 hari, berdasarkan perhitungan kalender Bali. Menurut tradisi, orang Bali yang lahir saat Tumpek Wayang diwajibkan untuk melaksanakan prosesi mebayuh oton hingga sapuh leger saat Tumpek Wayang.

Tradisi ini berkaitan dengan kisah Dewa Kumara yang hendak dimangsa oleh Bhatara Kala.

Orang yang disarankan untuk melaksanakan upacara mebayuh oton maupun sapuh leger adalah mereka yang lahir tepat saat hari Saniscara Kliwon. Namun, banyak masyarakat yang menganggap bahwa semua orang yang lahir pada Wuku Wayang harus melakukan bayuh oton dan sapuh leger.

Namun menurut sejumlah Sulinggih, mereka yang lahir dari hari Minggu-Jumat saat wuku Wayang sebenarnya tidak perlu melakukan upacara tersebut. Namun yang harus diupacarai bayuh oton maupun sapuh leger adalah mereka yang lahir tepat saat Tumpek Wayang saja.

Mereka yang lahir tepat saat Tumpek Wayang pun sebenarnya tidak diharuskan melaksanakan upacara sapuh leger. Melaksanakan upacara mebayuh oton saja sudah cukup. Namun jika umat mampu melaksanakan upacara sapuh leger, itu akan lebih baik lagi.

Banten yang digunakan saat upacara bayuh oton bagi yang lahir saat Tumpek Wayang antara lain banten pratista, durmengala, biokala dan pejati. Bisa juga ditambah beberapa sesayut seperti sayut dirgayusa, sayut pageh tuwuh, dan yang lainnya.

Bebantenan atau suguhan yang ditujukan kepada Sang Kala itulah yang dipercaya dapat melindungi mereka yang lahir saat Tumpek Wayang.

Sifat umum orang kelahiran Tumpek Wayang yang cenderung lebih keras. Ada pula keyakinan yang berkembang bahwa sebelum melaksanakan upacara bayuh oton maupun sapuh leger, biasanya orang tersebut sering linglung dan kurang tenang. Hal itu disebabkan karena mereka berada dalam bayang-bayang Sang Kala.

Jika tidak melaksanakan upacara bayuh oton maupun sapuh leger orang yang lahir saat Tumpek Wayang akan sering terkena musibah seperti sering sakit, sering dapat masalah bahkan sifatnya sering marah-marah tidak jelas.

Jadi harus melaksanakan minimal upacara bayuh oton maupun sapuh leger supaya seseorang yang lahir saat itu hidupnya bisa lebih tenang dan umurnya panjang.

Seperti yang upacara bayuh oton yang dilaksanakan oleh Agung Alit Wiraputra, warga Jalan Bila, No 96, Tuka Dalung, Kuta Utara, Badung pada Sabtu (1/10/2022) pagi.

Dia melaksanakan upacara bayuh oton untuk anaknya yang nomer empat karena hari lahirnya bertepatan dengan Tumpek Wayang. Upacara Bayuh Oton dilaksanakan sekaligus digelar Sapuh Leger.

Upacara tersebut dihadiri oleh Bendesa Adat Padang Luwih Dalung Agung Rai Suryawijaya yang juga sebagai Pengelinsir Pasemetonan Ratu Gede Meliling Dalung.

Dalam kesempatan tersebut Agung Rai Suryawijaya mengatakan, pihaknya diundang sebagai upasaksi di acara Bayuh Oton putri ke empat Agung Alit Wiraputra yang kebetulan lahir tepat saat Tumpek Wayang.

Menurutnya upacara tersebut digelar agar kedepannya kehidupan yang dijalani oleh putri beliau setelah pelaksanaan upacara Bayuh Oton bisa menjadi lebih baik. Saat ini juga dilaksanakan Sapuh Leger.

Pihaknya dan sejumlah manggala serta pasemetonan yang hadir di acara tersebut adalah sebagai upasaksi jalannya upacara sekaligus mendoakan agar karya berjalan dengan baik dan labda karya.(ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button