
KLUNGKUNG, jarrakposbali.com – Suasana ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis (16/4), terasa lebih serius dari biasanya. Di tengah pembahasan yang berlangsung, satu fokus utama mengemuka bagaimana memastikan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026 berjalan demokratis, transparan, dan tanpa riak konflik.
Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, memimpin langsung Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) sebagai langkah awal mematangkan persiapan pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Pilkel Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026 bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Lebih dari itu, ajang ini menjadi cerminan kualitas demokrasi di tingkat akar rumput.
“Sosialisasi sangat krusial. Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memahami prosesnya sehingga pelaksanaan Pilkel ini benar-benar demokratis,” tegas Bupati I Made Satria.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Pilkel bukan hanya soal terselenggaranya pemungutan suara, tetapi juga sejauh mana masyarakat terlibat secara sadar dan aktif dalam setiap tahapan.
Pemerintah Kabupaten Klungkung pun tidak ingin mengambil risiko. Stabilitas dan keamanan menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
“Kami meminta semua pihak melakukan proses sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, kita optimis Pilkel 2026 akan berjalan sukses dan kondusif,” lanjutnya.
Di sisi teknis, Kepala Dinas PMD, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Klungkung, I Ida Bagus Ketut Mas Ananda, memaparkan bahwa Pilkel 2026 merupakan Gelombang IV yang akan melibatkan 22 desa.
Pengalaman dari gelombang sebelumnya menjadi bekal penting untuk menyempurnakan pelaksanaan kali ini mulai dari Gelombang I tahun 2018 hingga Gelombang III tahun 2021.
“Sesuai ketentuan, jumlah calon Perbekel minimal dua orang. Jika belum terpenuhi, akan dilakukan perpanjangan pendaftaran hingga dua kali. Jika tetap tidak memenuhi, maka pemilihan ditunda sampai terbitnya Peraturan Pemerintah pelaksanaan UU Nomor 3 Tahun 2024,” jelasnya.
Dengan segala persiapan yang terus dimatangkan, Pilkel Serentak 2026 di Klungkung diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi momentum memperkuat demokrasi desa. Di balik setiap suara yang nanti diberikan, tersimpan harapan akan kepemimpinan yang mampu membawa desa melangkah lebih maju.(JpBali).



