Mangupura

Ketua DPRD Badung Pimpin Rapat Pembangunan Museum Perdamaian Bali

Rapat lintas OPD matangkan konsep museum ikon baru di Kuta

MANGUPURA, jarrakposbali.com – Di tengah hiruk pikuk Kuta sebagai jantung pariwisata Bali, sebuah gagasan besar tengah disiapkan: menghadirkan Museum Perdamaian Bali sebagai ruang refleksi dan edukasi bagi masyarakat dan  wisatawan. Gagasan ini kembali mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Rabu (3/12/2025), di Mangupura. Museum ini diharapkan menjadi simbol bahwa Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat nilai harmonis dan damai yang diwariskan leluhur.

Rapat koordinasi tersebut menghadirkan suasana penuh perhatian ketika Ketua DPRD Badung bersama Ketua Komisi II I Made Sada dan Anggota DPRD Wayan Puspa Negara menyoroti detail teknis, historis, dan filosofi museum yang akan dibangun di Jalan Legian, Kuta. Perencanaan ini dinilai penting karena museum tidak hanya menjadi bangunan, tetapi ruang yang menyimpan memori kolektif masyarakat Bali terhadap nilai-nilai perdamaian.

Pemaparan teknis dilakukan Tim Konsultan Perencanaan dari Dinas PUPR Badung, mulai dari desain bangunan, kebutuhan ruang, struktur, hingga penguatan nilai budaya lokal yang menjadi roh museum. Setiap elemen disusun agar museum dapat menghadirkan pengalaman edukatif dan reflektif bagi siapa saja yang mengunjunginya.

“Pembangunan museum ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi wujud komitmen untuk menjaga spirit kedamaian Bali. Karena itu perencanaannya harus matang dan melibatkan semua unsur,” ujar Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti.

Rapat tersebut juga dihadiri berbagai OPD terkait seperti PLt. Asisten I Setda Badung, Dinas Kebudayaan, Bappeda, BPKAD, Dinas PUPR, hingga Camat dan Lurah Kuta. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Badung untuk memastikan setiap langkah pembangunan berjalan terarah, transparan, dan memberi manfaat jangka panjang.

Museum Perdamaian Bali nantinya dirancang sebagai ruang publik yang menyatukan edukasi, sejarah, dan nilai-nilai kearifan lokal. Keberadaannya di kawasan wisata internasional seperti Kuta diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi lain Bali, jauh dari gemerlap hiburan malam namun kaya makna.

“Kuta bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga tempat di mana nilai-nilai budaya Bali bertemu dengan dunia. Museum ini akan menjadi simbol bahwa kedamaian adalah identitas utama kita,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Badung.

Dengan fondasi perencanaan yang semakin dimantapkan, pembangunan Museum Perdamaian Bali menjadi langkah nyata Badung dalam memperkaya wajah budaya dan edukasi di kawasan Kuta. Museum ini diharapkan menjadi ikon baru, bukan hanya sebagai bangunan, tetapi sebagai ruang yang mengingatkan bahwa harmoni adalah nafas kehidupan Bali. Pemerintah Kabupaten Badung optimistis proyek ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat lokal, dunia pendidikan, dan sektor pariwisata.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button