BeritaDenpasar

Koster Traktir Nasi Jinggo Siswa SMPN 13 Denpasar

DENPASAR, jarrakposbali.com – Siang itu, suasana SMPN 13 Denpasar terasa berbeda. Ratusan siswa mendadak mendapat tamu istimewa. Gubernur Bali Wayan Koster datang ke sekolah di Padangsambian Kelod tersebut, bukan dengan agenda pemerintahan yang penuh seremoni, melainkan memenuhi undangan sederhana dari para siswa.

Yang membuat kunjungan itu semakin hangat, Koster bersama Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mentraktir seluruh siswa dan guru dengan nasi jinggo. Makan siang pun berlangsung bersama, menciptakan suasana akrab antara pemimpin daerah dan para pelajar.

Kedatangan Koster langsung disambut antusias. Para siswa tampak berebut kesempatan untuk berfoto dan meminta tanda tangan. Suasana sekolah seketika berubah menjadi ruang perjumpaan yang penuh kegembiraan.

“Saya hadir bukan resmi, tapi diundang anak-anak.”

Koster mengisahkan, pertemuan dengan para siswa SMPN 13 Denpasar sebelumnya terjadi secara sederhana. Saat bertemu di perjalanan, sejumlah siswa mengajaknya berfoto dan kemudian mengundang dirinya untuk datang ke sekolah.

Undangan tersebut ternyata tidak dilupakan. Koster memilih datang dan memenuhi janji kepada para siswa.

“Anak-anak ingin saya mengunjungi SMPN 13. Jadi saya datang menepati janji.”

Di tengah suasana santai itu, Koster juga menyempatkan diri melihat kondisi sekolah. Ia mengapresiasi fasilitas fisik SMPN 13 Denpasar yang dinilainya sudah baik.

Perhatian juga diberikan kepada para guru yang setiap hari berada di ruang kelas, mendampingi siswa dalam proses pembelajaran.

“Sekolah saya lihat sangat bagus. Bangunan fisik bagus. Terima kasih kepada guru-guru yang sudah mengajar dengan baik.”

Bagi Koster, perjumpaan dengan para pelajar menjadi kesempatan untuk menitipkan pesan tentang masa depan. Ia meminta siswa terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang kelak memiliki peran bagi Bali.

“Anak-anak, terima kasih sudah belajar baik. Jadilah pemimpin yang baik untuk Bali, bahkan luar Bali. Saya harap belajar terus dengan baik.”

Pesan itu kemudian dilanjutkan dengan ajakan agar sekolah tidak ragu menyampaikan kebutuhan yang masih belum terpenuhi. Koster membuka ruang komunikasi secara langsung sehingga berbagai kekurangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

“Kalau ada yang kurang, tolong sampaikan langsung. Melengkapi hal yang belum tuntas.”

Kehadiran Gubernur Bali mendapat sambutan hangat dari Kepala SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini. Baginya, kunjungan tersebut memiliki arti tersendiri bagi warga sekolah.

Sukarini melihat kehadiran Koster sebagai suntikan motivasi bagi siswa dan guru untuk terus menjaga semangat belajar serta mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.

“Kami merasa bangga atas kunjungan Bapak. Tidak sekadar kunjungan, tetapi motivasi luar biasa.”

SMPN 13 Denpasar sendiri berdiri sejak 2019. Sekolah ini memiliki 27 ruang dalam bangunan tiga lantai, dengan fasilitas fisik yang telah direvitalisasi pada tahun sebelumnya.

Sukarini berharap momentum kunjungan tersebut dapat menjadi energi baru bagi seluruh warga sekolah untuk mengejar prestasi di berbagai bidang. Akademik, olahraga, seni, hingga bidang lain yang menjadi ruang tumbuh para siswa.

“Semoga kunjungan Bapak bisa memotivasi lagi prestasi dan kemajuan kami, akademik maupun prestasi olahraga, seni, dan lain-lain.”

Ia juga berharap SMPN 13 Denpasar terus berkembang dan mampu mengejar capaian sekolah lain yang telah lebih dahulu berdiri. Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan sekolah yang relatif muda untuk membangun identitas dan prestasinya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menilai kehadiran Koster di tengah aktivitasnya sebagai gubernur memberikan kesempatan berharga bagi keluarga besar SMPN 13 Denpasar.

“Hari ini luar biasa. Kesempatan kehadiran Gubernur di tengah kesibukan.”

Jaya Negara juga mendorong pihak sekolah dan para siswa memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan. Kesempatan berbicara langsung dengan Gubernur Bali dinilai dapat digunakan untuk menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan perkembangan sekolah.

“Silakan sampaikan saja unek-unek kepada Bapak Gubernur, apa yang kurang.”

Kunjungan kemudian berlanjut dalam suasana yang tetap cair. Tidak ada jarak panjang antara pejabat dan siswa. Ada makan bersama, foto bersama, tanda tangan, serta percakapan sederhana yang membuat suasana sekolah terasa lebih dekat.

Di tengah nasi jinggo yang disantap bersama, pesan tentang pendidikan justru menjadi bagian yang paling penting. Para siswa diajak melihat sekolah sebagai tempat mempersiapkan diri untuk masa depan.

“Saya harap belajar terus dengan baik.”

Menjelang akhir kunjungan, Koster menyampaikan terima kasih atas sambutan seluruh keluarga besar SMPN 13 Denpasar. Pertemuan yang bermula dari undangan para siswa itu pun berakhir dengan pesan sederhana tentang belajar, prestasi, dan cita-cita.

Nasi jinggo mungkin menjadi bagian paling sederhana dari kunjungan tersebut. Namun bagi para siswa, makan siang bersama Gubernur Bali di lingkungan sekolah menjadi pengalaman yang kemungkinan akan mereka ingat cukup lama.

“Terima kasih atas penerimaan dan sambutan yang hangat.” (JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button