Berita

Astaga…! Dana Bantuan BUMDes Melaya Milyaran Rupiah Diduga Raib, Ternyata Ini Penyebabnya

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! BUMDes Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana diduga bermasalah. Ratusan juta rupiah dana hilang entah kemana. Kondisi ini tentu saja dipertanyakan oleh sejumlah warga.

Informasi yang berhasil dihimpun tim jarrakpos menyebutkan, sejak beberapa tahun belakangan ini BUMDes Melaya diduga bermasalah. Terutama pada usaha simpan pinjam.

Menurut sumber, laporan keuangan pada BUMDes ini menunjukan usaha di bidang sipan pinjam ini menunjukkan hasil yang cukup bagus. Namun sayang itu hanya diatas kertas, sementara uangnya tidak ada dalam kas BUMdes.

“Dugaan kami itu dananya ditilep atau dikorupsi oleh pegawainya. Ini harus diusut tuntas karena nilainya mencapai ratusan juta rupiah,” ujar sumber yang merupakan warga Desa Melaya, Kamis (17/8/2023).

Menurut sumber ini, dana BUMDes yang raib dari kas sekitar Rp 800 juta lebih. Pihak Kejaksaan Negeri Jembrana sebenarnya telah menyelidiki kasus ini, namun hingga saat ini belum ada kejelasan terkait masalah tersebut.

Dugaan sementara, raibnya ratusan juta rupiah dana BUMDes karena adanya kredit fiktif pada unit usaha simpan pinjam dan hal tersebut diduga dilakukan oleh beberapa oknum pegawainya.

Menurut sumber, modal awal BUMDes Melaya sebesar Rp 1 Milyar. Modal ini merupakan bantuan dari pemerintah Provinsi Bali, sekitar tahun 2015. Namun saat ini mudal tersebut raib begitu saja.

“Karena itu, kami minta masalah ini diusut secara serius, jika ada indikasi tindak pidana hendaknya diproses sesuai hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut Perbekel Melaya I Komang Warsana dikonfirmasi wartawan membenarkan BUMDes di desanya ada masalah. Menurutnya masalah pada unit usaha simpan pinjam. Dimana banyak kredit yang macet.

“Dari pendataan yang kami lakukan ada tujuh ratus juta rupiah kredit macet. Itu pembukuannya lengkap dan jelas,” terangnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya bersama pengurus BUMDes telah melakukan upaya penyelamatan. Namun baru sekitar Rp 300 juta yang bisa diselamatkan, sisanya terus diupayakan agar bisa kembali dengan melakukan pendekatan kepada para peminjam.

“Kami juga menekankan utk membatasi usaha simpan pinjam. BUMdes harus memiliki unit usaha lain agar lebih inovatif,” ujarnya.

Saat ini menurut Warsana BUMDes melaya telah memiliki unit usaha lain, seperti usaha air minum dan beberapa usaha lainnya. Dengan usaha ini dia berharap BUMDes Melaya bisa lebih maju dan terpenting dana yang macet dibawah segera bisa kembali.(ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button