Bali Jadi Role Model Nasional, 100% Satgas Koperasi Desa Merah Putih Telah Terbentuk
Gubernur Wayan Koster Tegaskan Siap Jadi Contoh Nasional dengan 716 Koperasi Desa, Sinergi Multi-Pihak, dan Inovasi Layanan Publik Berbasis Desa

jarrakposbali.com, DENPASAR – Bali kembali membuktikan diri sebagai provinsi yang progresif dalam mendorong kemandirian ekonomi rakyat berbasis desa. Dalam sebuah momentum penting yang digelar pada Jumat (8/8), Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan bahwa seluruh Satgas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota telah terbentuk 100 persen.
“Bali memiliki modal sosial, budaya gotong royong, dan jejaring koperasi yang kuat. Inilah yang menjadikan kami siap menjadi contoh bagi daerah lain,” tegas Gubernur dalam sambutannya di acara Konsolidasi Satgas Nasional dan Percepatan Operasionalisasi KDMP/KKMP di Gedung Wiswasabha Utama, Denpasar.
Hingga Agustus 2025, Bali telah membentuk 716 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, termasuk 13 koperasi model hasil transformasi dari koperasi eksisting yang sudah mapan. Enam di antaranya bahkan telah membangun kerja sama lintas wilayah melampaui target awal.
Jenis usaha koperasi ini tidak main-main: mulai dari gerai sembako, LPG 3 kg, unit simpan pinjam, distribusi pupuk bersubsidi, klinik dan apotek desa, hingga layanan logistik serta pergudangan. Model ini menyentuh langsung kebutuhan dasar warga dan menjadi tulang punggung ekonomi desa.
“KDMP bukan hanya instrumen ekonomi, tapi juga gerakan sosial. Kami ingin memotong rantai tengkulak, membuka lapangan kerja, dan menurunkan biaya hidup masyarakat,” ujar Koster.
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan memberi apresiasi tinggi atas keberhasilan Bali. Ia menyebut Bali sebagai “pulau kecil dengan jiwa besar,” karena rakyatnya diberdayakan secara menyeluruh dan koperasi menjadi tulang punggung kemandirian desa.
“KDMP adalah solusi strategis untuk memperpendek rantai distribusi pangan dan memperbaiki harga di tingkat petani dan konsumen,” katanya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pun menambahkan bahwa keberhasilan Bali tak lepas dari pembentukan Satgas yang cepat dan kompak di seluruh kabupaten/kota. “Kunci percepatan KDMP adalah kekompakan dan komitmen kepala daerah. Bali sudah membuktikannya.”
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran menteri seperti Menteri Koperasi, Menteri Desa, Menteri Perdagangan, serta 38 Gubernur dari seluruh Indonesia. Penandatanganan MoU enam koperasi mock-up sebagai percontohan jaringan KDMP menandai langkah konkret pembangunan ekosistem koperasi desa secara nasional.
Pemerintah Provinsi Bali akan terus mempercepat inventarisasi aset daerah untuk digunakan oleh koperasi desa, menyediakan akses permodalan melalui Himbara hingga Rp3 miliar per koperasi, dan mengalokasikan tenaga PPPK lokal untuk mendampingi operasional KDMP secara profesional dan transparan.
Tak hanya itu, dengan terbitnya Keputusan Menteri ESDM No. 249.K/MG.05/MEM.M/2025, koperasi desa kini bisa menjadi sub pangkalan LPG 3 kg, memastikan gas subsidi benar-benar sampai ke masyarakat desa secara adil.
Menko Pangan menutup dengan pesan penting bahwa keberhasilan KDMP bukanlah jalan pintas, melainkan pilihan strategis untuk membangun kedaulatan ekonomi desa secara berkelanjutan.
“Dalam membangun kedaulatan ekonomi desa, kita tidak memilih cara yang mudah, tetapi cara yang benar. KDMP adalah jalan untuk menegakkan kedaulatan pangan dan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Melalui gerakan ini, Bali tidak hanya menjadi lokomotif perubahan, tetapi juga pusat pembelajaran nasional menuju 80.000 KDMP/KKMP sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Sebuah transformasi ekonomi desa yang dimulai dari akar rumput, dengan semangat gotong royong dan solidaritas lokal yang kuat.(jpbali).



