Diduga Pembagunan untuk Toko Modern Berjaringan, Pol PP Jembrana Sidak Lantaran Tak Berijin

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Pembangunan di atas lahan milik warga lokal, pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah Barat jembatan Yehembang, Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana beberapa waktu lalu disidak aparat Pol PP Pemkab Jembrana.
Pembangunan yang baru dimulai dengan pemasangan batu untuk pondasi tersebut diduga peruntukannya untuk toko moderen berjaringan. Sayangnya proses pembangunannya tanpa dilengkapi dengan ijin, sesuai ketentuan berlaku.
Karena itulah aparat Pol PP Jembrana melakukan sidak ke lokasi. Informasinya saat disidak, sejumlah pekerja proyek sedang melakukan aktifitas pengerjaan proyek. Belakang usai disidak, tidak ada lagi aktifitas para pekerja proyek di sekitar lokasi.
Sayangnya Kasat Pol PP Pemkab Jembrana I Made Leo Agus Jawa dikonfirmasi, Minggu (9/10/2022) melalui WhatsApp terkait hasil/temuan sidak yang dilakukannya di lokasi pembangunan tersebut memilih bungkam.
WhatsApp yang dikirimkan redaksi jarrakposbali.com hanya dibaca, namun hingga berita ini ditulis, I Made Leo Agus Jaya tidak memberikan jawaban atau tidak membalasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga sekitar menyebutkan, pembangunan tersebut adalah untuk toko moderent berjaringan (Alfa Mart). Tanah tempat pembagunan menurut warga milik salah seorang warga lokal, namun dikontrak oleh pihak Alfa Mart dan yang membangun adalah diduga pihak Alfa Mart.
“Itu katanya nanti untuk Alfa Mart. Poto Copy KTP saya sebagai penyanding sudah diminta dan saya juga dimintai tandatangan persetujuan penyanding. Tapi hanya dimintai tandatangan, tidak ada konvensasi apa-apa,” ujar salah seorang warga yang menjadi penyanding beberapa waktu lalu.
Disisi lain, sejumlah pedagang di Pasar Yehembang memgaku keberatan dengan rencana pembangunan untuk toko moderet berjaringan tersebut. Mengingat, lokasi pembagunannya dekat dengan pasar umum/pasar tradisional. Dikuatirkan akan berdampak dengan penghasilan para pedagang di pasar.
Perbekel Desa Yehembang I Made Semadi dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait rencana pembangunan toko moderent berjaringan tersebut mengaku tidak tahu apa-apa karena tidak ada pemberitahuan apapun ke desa.(ded)



