Berita

Jarrak Podcast Hadirkan Gusbenk, Dengan Materi Sosial Politik Masyarakat Bali di Masa Pandemi

 

DENPASAR, jarrakposbali.com | Mandegnya ekonomi bahkan bisa dikatakan nyungsep, akibat mati surinya perekonomian di Bali. Untuk itulah founder Jarrakposbali, Putu Sudiartana mengundang Akedemisi Ilmu Sosial Politik Universitas Warmadewa, I Gede Agus Wibawa untuk membeberkan situasi ekonomi di Bali serta memecahkan solusi pergerakan ekonomi di Bali. 

Dalam kesepakatan tersebut Gusbenk menceritakan dari sudut pandangnya sebagai Masyarakat dan sekaligus sebagai seorang akedmisi, bagaimana semeton Bali bisa bertahan hidup di masa pandemi, yang mana Masyarakat Bali yang benar-benar terdampak secara langsung adalah orang-orang yang bekerja di sektor pariwisata, walaupun mereka yang punya hutang sebenarnya sudah diberikan keringanan untuk bayar walaupun dengan bunganya saja.Tetapi tetap saja mereka tidak bisa bayar karena sumber penghasilan mereka sudah tidak ada.

“Jangankan untuk bayar bunga bank, untuk makan saja mereka susah, ” ujarnya, Kamis (32/3).

Ditambahkannya juga kalau ada relaksasi dari perbangkan, mestinya harus jelas lembaga mana ditingkat pusat yang memberikan polusi seperti ini untuk disampaikan kepada perbangkan ataupun finance, sehingga kalau tidak ada surat resmi Finance atau Bank pasti akan menagih kepada nasabahnya untuk yang tidak bisa melakukan kewajibannya.

Kemudian dengan telah mulai dibuka-nya pintu penerbangan Internasional untuk datang ke Bali dengan penerapan Visa On Arrival ( VOA). Akan menjadi angin segar untuk Pariwisata Bali secara bertahap, dimana orang Bali dengan kearifan lokalnya sehingga keajegan Bali tetap bisa dijagan kehidupan sosial Masyarakat Bali itu sendiri. Dan diharapkan nantinya akan mampu untuk membangkitkan ekonomi Bali dari sekala mikro dan makro.

Jadi untuk masyarakat Bali diharapkan setelah mulai dibuka-nya Pariwisata untuk datang ke Bali, orang Bali harus selalu taati prokes, karena itu adalah menjadi sekala prioritas kalau tamu ingin terus datang ke Bali. Disamping itu para Exekutip dan Yudikatif agar selalu melakukan komunikasi yang inten kepada Pemerintah pusat agar Meetings Incentives Conference exhibition (MICE), untuk selalu ada di Bali.

” Walaupun tidak bisa seperti saat normal setidaknya bisa untuk meningkatkan ekonomi Bali, ” tegasnya.

Putu Sudiartana dalam kesempatan-nya juga menanyakan kiat apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah  agar ekonomi masyarakat Bali bisa cepat dalam pemulihan-nya. Jadi dalam mendukung supaya Bali bisa cepat untuk bisa pulih kembali, diharapkan para pemegang kebijakan dalam hal ini, harus bisa memberikan kesempatan kepada orang Bali yang memiliki legal terkait dengan pelaksanaan proyek – proyek yang di bangun di wilayah Bali.

” Jadi kalau proyek diberikan kapada lokal Bali, maka perputaran uangnya akan di Bali secara keseluruhan, “jelasnya.

Putu Sudiartana menambahkan agar Gusbenk diharapkan  mampu nantinya untuk menyalurkan aspirasi masyarakat , dan bisa untuk memberikan masukan kepada pemegang kebijakan di Bali sehingga asas kemanfaatan untuk orang banyak bisa terserap dan tersalurkan dengan cara  yang santun. Sehingga apa yang dihasilkan bisa menjadi sebuah harapan bersama. (Td/Mg/Jp).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button