
BADUNG, jarrakposbali.com – Di tengah hamparan sawah yang masih terjaga dan semilir angin pedesaan Kapal, semangat perjuangan Bung Karno kembali digaungkan. Melalui pementasan seni, diskusi kebangsaan, hingga refleksi malam, masyarakat diajak menelusuri kembali jejak pemikiran Sang Proklamator tentang kemandirian bangsa yang berakar pada budaya dan kedaulatan pangan.
Suasana Coffee Abian Carik, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Sabtu (20/6/2026), terasa berbeda. Ratusan masyarakat, seniman, tokoh pemuda, dan pemerhati pertanian berkumpul dalam kegiatan Pementasan Seni, Talk Show Badung Berdaulat Pangan, serta Refleksi Malam yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno VIII Kabupaten/Kota se-Bali.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Badung I Made Suwardana hadir mewakili Ketua DPRD Badung. Kehadirannya menjadi simbol dukungan legislatif terhadap upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan daerah.
Pementasan seni yang ditampilkan para seniman lokal tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang ekspresi budaya yang sarat makna. Melalui tarian, musik, dan pertunjukan kreatif lainnya, para seniman menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi.
Sementara itu, Talk Show Badung Berdaulat Pangan menghadirkan berbagai pandangan mengenai masa depan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Diskusi tersebut menegaskan bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan bagian dari kedaulatan bangsa yang harus dijaga bersama.
“Bulan Bung Karno bukan hanya momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan beliau, tetapi juga saat yang tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedaulatan pangan adalah salah satu wujud nyata bagaimana kita membangun daerah yang mandiri, kuat, dan berdaya saing,” ujar Made Suwardana.
Saat malam mulai larut, kegiatan ditutup dengan refleksi yang berlangsung khidmat. Dalam suasana penuh keheningan, peserta diajak merenungkan kembali makna persatuan, gotong royong, dan semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno. Dari sudut kecil di Kapal, pesan besar itu kembali ditegaskan: membangun Indonesia yang kuat dimulai dari menjaga budaya, memperkuat pangan, dan merawat semangat kebersamaan yang menjadi jati diri bangsa.(JpBali).



