Mih Dewa Ratu…! Abrasi di Pesisir Yehembang Kian Parah, BWS Diminta Segera Tangani.

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Abrasi di pesisir pantai Yehembang, Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, belakangan ini kian parah.
Abrasi terjadi sejak lebih dari loma tahun lalu, akibat gempuran ombak yang terjadi setiap saat. Namun sayangnya, hingga kini abrasi tersebut belum mendapat penanganan dagi pihak terkait (BWS).
Padahal, abrasi tersebut mengancam keberadaan Setra (kuburan) Desa Adat Yehembang dan akses jalan menuju Pura Rambut Siwi.
“Abrasinya di sini sudah parah banget. Dulu beberapa bangunan warung milik warga lokal jebol akibat tergerus gelombang. Jalan juga sempat putus, tapi belum juga ada perbaikan,” ujar salah seorang warga setempat yang diamini warga lainnya, Senin (10/10/2022).
Abrasi di wilayah itu juga mengancam hektaran sawah serta rumah-rumah warga. Jika tidak segera mendapat penanganan, keberadaan Setra, akses jalan, sawah-sawah dan rumah-rumah warga terancam tergerus air laut.
Bahkan akses jalan menuju Pura Rambut Siwi yang selalu dilintasi warga setiap hari termasuk saat piodalan, beberapa waktu lalu sempat terputus akibat gempuran gelombang tinggi.
Akses jalan tersebut putus sepanjang tiga meter dan hanya tersisa setengah dari badan jalan. Beruntung pemerintah desa setempat dan warga bergotong royong mengatasi dengan melakukan pengurugan, sehingga akses jalan tersebut kembali bisa dilewati kendaraan roda empat.
Saat ini, akses jalan menujj Pura Rambut Siwi yang sempat terputus tersebut mendapat perbaikan dari Pemkab Jembrana. Perbaikan jalan tersebut menggunakan hotmix dengan anggaran hampir Rp 1,5 Milyar dari APBD. Proyek ini dikerjakan oleh PT Cahaya Bali Bangun Persada.
Namun dikuatirkan, perbaikan jalan tersebut bakal sia-sia karena abrasi di wilayah tersebut tidak ditangani terlebih dahulu. Dikuatirkan, akses jalan yang diperbaiki tersebut terancam putus di titik-titik tertentu karena terus digempur gelombang tinggi.
“Seharusnya abrasi dulu ditangani mengunakan batu amor, dengan demikian jalan akan aman. Tapi jika tidak dibagun pengaman pantai dengan batu amor, abrasi terus akan terjadi dan jalan bisa terancam putus,” ujar warga lainnya.
Sebelumnya, Perbekel Desa Yehembang I Made Semadi mengatakan, terkait abrasi di pesisir Yehembang tersebut, pihaknya sudah sering melaporkan dan mengusulkan perbaikan. Namun kenyataannya hingga kini tak kunjung mendapat penanganan.(ded)



