Berita

Pantau Titik Banjir Bandang, Bupati Tamba Tegaskan KPR Bali Barat Tidak Ada Lagi Penebangan Hutan

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Banjir bandang yang menerjang Jembrana, terjadi di sejumlah tempat dan merusak rumah-rumah warga serta pasilitas umum lainnya.

Banjir bandang terjadi diantarannya di Desa Yehrmbang Kauh, Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kelurahan Sangkar Agung, Lingkungan Pemedilan, Kelurahan Dauhwaru, Desa Dangintukadaya, Desa Air Kuning, Desa Kaliakah dan Desa Melaya.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba turun langsung ke titik-titik bencana untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan banjir bandang yang terjadi Minggu, 16 Oktober 2022 malam lalu.

Didampingi Sekda Jembrana I Made Budiasa, Kapolres Jembrana AKBP Dewa Gede Juliana serta Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf. Teguh Dwi Raharja, Bupati Tamba mengecek kondisi warga terdampak di Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo dan kondisi jalan Bilukpoh, kemarin.

Di lokasi bencana, Bupati Tamba langsung memerintahkan pembersihan material banjir yang menutup akses Jembatan. Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh tim Tagana, Polres Jembrana, Kodim 1617 serta BPBD Jembrana.

Sebanyak empat buah alat berat dikerahkan membersihkan kayu-kayu berukuran besar sisa material banjir. Sementara untuk endapan lumpur terbawa banjir dibantu pembersihannya menggunakan mobil tangki air bersih Sat Pol PP Kabupaten Jembrana.

Bupati Tamba juga sempat mengunjungi warga Tegalcangkring yang terdampak banjr dengan kondisi rumah rusak berat. Saat ini 45 KK dievakuasi menempati bangunan Bale tempek 5 Bilukpoh Kangin.

Bantuan juga telah disalurkan untuk warga mengungsi berupa makanan minuman. Selain itu Dinas Sosial juga akan menyalurkan pemberian pakaian bersih, alat-alat rumah tangga kepada warga terdampak.

Ia menghimbau kepada warga masyarakat yang tinggal di sekeliling lokasi bencana agar tetap tenang dan saling berkoordinasi, pihaknya berjanji akan bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan ini.

“Hari ini (kemarin) kami bersama-sama turun ke lapangan dengan segenap jajaran forkopimda dan seluruh pimpinan opd terkait,” terang Tamba.

Selain persoalan akses jalan, menurut Bupati Tamba, juga harus dipikirkan keselamatan warga. Pihaknya memprioritaskan melakukan evakuasi warga terdampak ke tempat yang lebih aman karena tempat tinggal mereka sudah rusak parah.

Untuk memfasilitasi warga yang mengungsi, menurut Bupati Tamba, segala kebutuhannya sudah dipersiapkan di setiap titik kejadian. Mulai dari dapur umum hingga tempat pengungsian.

Bupati Tamba mengaku belum bisa memastikan kelayakan jembatan tersebut untuk digunakan.digunaka. Beberapa komponen jembatan terlihat rusak akibat gerusan aliran banjir. Diantaranya utilitas kabel listrik dan telepon yang tumbang serta bagian reling jembatan bagian sisi barat turut tergerus .

“Kondisi itu perlu assesment sebelum diputuskan layak dilalui. Dengan kondisi itu, khusus untuk sepeda motor masih memungkinkan dilalui,” kata Tamba.

Untuk itu Bupati asal Kaliakah ini juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak balai jalan.Dilokasi, Bupati bersama BPBD Provinsi, Kadis PU Provinsi serta pihak balai jalan nasional langsung menggelar rapat mengenai kondisi jembatan dan jalan nasional.

Solusi atas banjr lainnya, Bupati mengaku sudah melakukan koordinasi dengan KPR Bali Barat untuk segera melakukan panggilan kepada pemegang KPR atas ijin pemanfaatan hutan.

“Saya sudah kordinasi dengan KPR Bali Barat, untuk sesegera mungkin memanggil pemegang KPR disini. Saya sebenernya sudah komitmen sama mereka, idak boleh lagi ada penebangan hutan segala macam,” tegas Tamba.(ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button