BeritaDaerahPariwisata

Pokdarwis Desa Akah, Angkat Potensi Goa Panji Landung Sebagai Daya Tarik Wisata

KLUNGKUNG, JARRAKPOSBALI.com | Berbagai upaya dilakukan oleh Pokdarwis Desa Akah untuk mengangkat potensi Desa dalam pengembangan Daya Tarik Wisata, Salah satunya dengan mengangkat Goa Panji Landung sebagai DTW. Dari beberapa DTW yang ada di desa Akah, Goa Panji Landung mempunyai cerita dan kisah yang sangat luar biasa yang sudah dikenal oleh warga sekitar dan sudah mendapatkan kunjungan dari beberapa artis Ibu Kota, salah satunya Tukul jalan-jalan yang sudah pernah memakai tempat ini sebagai bagian dari acara TV Nasional.

Ketua Pokdarwis Desa Akah, Ketut Sukadana dalam wawancaranya dengan awak media jarrakposbali menyampaikan bahwa, Desa Akah sebenarnya memiliki banyak potensi yang bisa untuk dikembangkan tetapi, dari sekian potensi yang ada Goa Panji Landung yang mempunyai ciri khas tersendiri, Tempatnya yang berada di sepanjang aliran sungai dan ada beberapa nilai edukasi dan spritual yang bisa kita dapatkan kalau mengunjungi tempat ini.

Ketut Sukadana dalam pemaparanya mengatakan bahwa,
“Kami sebelum terbentuknya Pokdarwis itu berawal dari terbentuknya Masyarakat Peduli Akah yang dibentuk pada tahun 2018, oleh beberapa temen-teman yang ada di Desa diantaranya,I Ketut Margiana, Dewe Nusantara, Made Wismaya, Mangku Made Kasta,Wayan Sangra,Wayan Suitra dan saya sendiri, ” ujarnya.

Arti simbul Pokdarwis,”Tangan yg berpegangan saling kunci artinya kami siap membangun desa tanpa membedakan warna kulit, warna latar belakang tetapi kami punya tujuan bersama dlm mengujudkan rasa yg berkeadilan sosial bagi seluruh warga masyarakat akah, “imbuh Sukadana.

Sehingga,”Kami sisipkan padi dan kapas,
pita warna merah membentang bertuliskan Pokdarwis adalah memiliki arti kami berani berbuat tanpa takut untuk menerima saran dan kritik yg bersifat membangun, Dasar logo putih artinya kami berbuat tidak ada memiliki unsur kepentingan pribadi karena kami terbentuk karena kebersamaan, Demikian arti logo Pokdarwis kami yg dulunya bernama kompak,”jelas Sukadana.

Setelah itu, “Kami bersama menghadap ke Desa dan kami disarankan untuk membentuk Kelompok Sadar wisata (Pokdarwis) dan akhirnya terbentuk pada bulan Agustus Tahun 2018.Setelah di gali potensi  Desa dibarengi oleh Kepala Desa, Bendesa dan tokoh masyarakat, kami menemukan beberapa potensi Desa ,”ucap Sukadana.

Kemudian, “Kami mendatangkan Asita Bali dan Dinas Pariwisata di barengi Oleh Kepala Desa beserta tokoh masyarakat kita duduk bersama dan akhirnya kita menyepakati untuk mengangkat Goa Panji Landung sebagai Brand dari DTW Desa Akah, ” beber Sukadana.

Disamping itu, “Kami memiliki Umbi Baneh sebagai daya tarik tersendiri, Umbi Baneh semua Desa memiliki tetapi yang berbeda disini adalah cara pengambilannya yang tidak dimiliki oleh desa-desa lain disamping itu kami juga punya potensi lain diantaranya Sejarah Desa, Pengancing Jagat, dimana pengancing Jagat ini adalah kunci dari terbentuknya Desa Akah yang saat ini kita tempati,”jelas Sukadana.

Dimana nantinya, “Sejarah Desa ini yang bisa kami kombinasikan dengan seni budaya pementasan tari tarian yang nantinya bisa ditonton oleh para wisatawan yang berkunjung ke Desa Akah, Secara tidak langsung kami bisa mengenalkan sejarah Desa kepada wisatawan lewat pementasan seni dan tari , ” tegas Sukadana.

Dengan kebersamaan, Kami bisa menyatukan semua perbedaan yang ada di Desa Akah untuk menjadi sebuah kekuatan dalam mendukung DTW Desa Akah.

“Semoga niat baik kami didengarkan oleh Sang Pencipta walaupun kami tidak bisa secara materi tetapi dengan pemikiran dan niat yang baik, Kami bisa menjadikan DTW Desa Akah menjadi DTW yang berkesinambungan, yang nantinya bisa dinikmati oleh anak dan cucu kami ,” pungkas Sukadana. (td/JP).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button