Mimih Dewa Ratu…! Puluhan Rumah Warga di Jembrana Hancur Diterjang Banjir Bandang

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Banjir bandang yang menerjang kawasan Jembrana, Minggu (16/10/2022) malam, selain membuat arus lalu lintas di jalur Denpasar-Gilimanuk, juga menghancurkan rumah-rumah warga.
Daerah yang terparah terdampak di wilayah Kecamatan Mendoyo, Jembrana, tepatnya di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.
Di lokasi ini, puluhan rumah warga hancur diterjang banjir bandang. Sejumlah tiang listrik di lokasi ini juga ambruk diterjang air sungai Bilukpoh yang meluap dengan arus yang sangat deras.
Menurut Kelian Banjar Anyar Kelod I Kadek Winastra ditemui di lokasi kejadian, akibat banjir bandang, sekitar 35 unit rumah warganya hancur. Sejumlah hewan ternak juga dilaporkan hanyut.
“Ini baru perkiraan kami ada sekitar 35 rumah warga hancur. Untuk data pastinya kami masih melakukan pendataan,” terangnya, Senin (17/10/2022) pagi.
Sejumlah warga yang terdampak menurutnya juha sudah dilakukan evakuasi dibantu pihak kepolisian dari Polsek Mendoyo dan Polres Jembrana serta pihak BPBD. Sementara korban jiwa di wilayahnya nihil.
Sementara banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jembrana juga merobohkan sejumlah jembatan di jalur-jalur alternatif. Diantaranya, jembatan penyaringa, jembatan Yehembang Kauh dan sejumlah jembatan jalur alternatif lainnya.
Saat ini, Bupati Jembrana I Nengah Tamba nampak turun lansung ke lokasi bencana, termasuk di jembatan Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo. Bupati Tamba mengintruksikan kepada pihak BPBD agar segera melakukan upaya pembersihan Jembatan dan mendata jumlah warga terdampak.
Selain Bupati Tamba, anggota Komisi II DPRD Jembrana dari Fraksi PDIP Putu Gede Suergardana Cita juga nampak di lokasi bencana. Bahkan dia berada di lokasi bencana sejak tadi malam. Dia menghimbau warga agar tetap waspada dengan kemungkinan banjir banadang susulan.(ded)



