
MANGUPURA, jarrakposbali.com – Di tengah derasnya arus transformasi digital, sektor pembayaran menjadi salah satu perubahan paling terasa dalam kehidupan masyarakat.
Dari pasar tradisional hingga usaha kecil di pelosok desa, sistem transaksi perlahan beralih dari tunai ke nontunai.
Menjawab tantangan ini, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan literasi digital, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung bersama panitia kegiatan literasi digital di kediamannya di kawasan Dalung.
Audiensi ini membahas rencana pelaksanaan diskusi bertajuk “Digitalisasi di Sektor Pembayaran” yang menyasar pelaku UMKM dan masyarakat luas.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini, apalagi bertujuan untuk mengedukasi pelaku UMKM, khususnya yang menerima program Sidi Kumbara,” ujar Wabup Bagus Alit Sucipta, Senin (30/3).
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dihadapi. Perubahan pola transaksi menuju sistem cashless dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat serta perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Ini hanya soal kebiasaan. Ke depan masyarakat harus terbiasa dengan transaksi nontunai dan tahu bagaimana mengatasi kendala yang mungkin terjadi,” tegasnya.
Ia menambahkan, literasi digital di sektor pembayaran menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko yang mungkin muncul, seperti kesalahan transfer, transaksi tertunda, hingga kendala pada sistem QRIS.
“Dengan literasi ini, masyarakat akan tahu langkah yang harus dilakukan jika terjadi masalah dalam transaksi digital,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua SMSI Kabupaten Badung Nyoman Sarmawa menegaskan bahwa digitalisasi adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat harus terus ditingkatkan agar tidak tertinggal.
“Mau tidak mau, digitalisasi pasti terjadi. Yang penting sekarang adalah bagaimana masyarakat siap dan paham,” jelasnya.
Kegiatan literasi ini rencananya akan digelar bertepatan dengan momentum Hari Kartini, 21 April 2026. Mengusung semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pencerah bagi pelaku UMKM dalam menghadapi era digital.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa benar-benar menerangi masyarakat, terutama dalam memahami sistem pembayaran digital,” tambah Sarmawa.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi media, dan lembaga keuangan, literasi digital diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi ekonomi masyarakat.
Di Kabupaten Badung, langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya besar untuk memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh di era digital yang terus berkembang.(JpBali).



