
SINGARAJA, jarrakposbali.com – Undiksha melantik sebanyak 2.288 guru profesional yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2022.
Pelantikan ini berlangsung secara hybrid oleh Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., pada hari Sabtu, 1 April 2023.
Berlangsung secara simbolis di Hotel Sunari, Lovina, Kabupaten Buleleng, hadir masing-masing perwakilan masing-masing kelas.
2.288 guru profesional tersebut terdiri atas bisang studi PGSD, PPKN, Bahasa Bali, TKI, PGPAUD, PJOK, IPA, Matematika, Fisika, Bimbingan dan Konseling, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Para guru itu juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang menggambarkan keragaman, dan Undiksha menyebutnya sebagai pelangi nusantara.
Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., berpesan agar para guru profesional tetap mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Belajar sepanjang hayat pun menjadi poin penting untuk menjadi perhatian oleh para guru.
βKita tidak pernah tahu apa yang didapatkan sekarang mungkin sudah tidak berguna di masa yang akan datang sehingga harus terus belajar lagi sesuai dengan apa yang terjadi saat itu,” katanya.
“Harus terus ingat long life education, yaitu belajar sepanjang hayat,” pesannya kepada para guru profesional.
“Jadi bukan berarti setelah menjadi guru profesional mereka tidak belajar lagi, justru harus terus belajar karena ada slogan yang bilang guru profesional harus lebih baik,β tegasnya.
Lulus 97,74 persen
Sementara itu, Koordinator PPG Undiksha, Drs. I Gede Nurjaya, M.Pd., menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa PPG Dalam Jabatan tahun 2022 sebanyak 2.341 orang.
Sedangkan yang lulus sebanyak 2.288 orang atau sebesar 97,74 persen.
βMemang Undiksha dari tahun ke tahun seperti itu, tidak pernah di bawah 90 persen,β ungkap Nurjaya.
Meskipun capaiannya sudah positif, pelaksanaan PPG Undiksha ke depan tetap diharapkan dapat lebih baik, dari segi komitmen dan dedikasi panitia, dosen, guru pamong, maupun pimpinan.
βKe depan kita berharap paling tidak ini kita pertahankan. Nanti akan kita lakukan evaluasi lagi apa yang bisa kita lakukan sesuai dengan kondisi yang ada di tahun 2023,” ujarnya.
“Dan tahun 2022 itu kita jadikan sebagai pijakan untuk menyusun program-program yang lebih inovatif dan kreatif agar kelulusan kita terus bisa meningkat,β tutupnya. (fJr/hms/JP)



