Perkelahian Berdarah, Dua Warga Pegayaman Tewas
Salah Satunya Incaran Polisi

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Dua orang warga di Desa Pegayaman harus meregang nyawa setelah terlibat perkelahian berdarah.
Nyawa dua orang warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng yang terlibat perkelahian melayang.
Dua orang korban pada persitiwa yang terjadi pada hari Minggu, 3 Juli 2022 sekitar pukul 23.00 WITA itu, diketahui bernama Ketut Vauzi (39) dan Edi Salman.
Peristiwa berdarah ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolsek Sukasada, Kompol I Made Agus Dwi Wirawan; pada hari Senin, 4 Juli 2022 di Mapolsek Sukasada.
Menurut Kompol Agus Dwi Wirawan, baik Ketut Vauzi maupun Edi Salman tinggal berdekatan dan masih ada hubungan kekerabatan atau sepupu.
“Keduanya tinggal berdekatan dan masih memiliki hubungan keluarga,” terang Kompol Agus Dwi Wirawan.
Saat kejadian, menurut keterangan saksi yang juga istri Ketut Vauzi, SA (29); saat itu Edi Salman datang bersama dengan Jakar dan Nu’ul.
Saksi mengetahui identitas mereka dari suara yang memanggil suaminya untuk keluar dari rumahnya yang berada di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman.
“Tadi malam (Minggu, 3 Juli 2022) Edi Salman bersama kedua temannya mendatangi rumah Ketut Vauzi,” kata Kapolsek Sukasada.
“Namun lampu di teras, ada neon, dimatikan,” lanjutnya.
Setelah keluar, baik Ketut Vauzi dan Edi Salman terlibat cekcok hingga perkelahian sampai akhirnya mereka terkapar di teras rumah Vauzi.
Istri Ketut Vauzi sempat berteriak minta tolong hingga warga berdatangan membuat Jakar serta Nu’ul kabur meninggalkan lokasi kejadian.
Melihat keduanya terkapar bersimbah darah, warga lalu menyelamatkan keduanya, namun Edi Salman sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Edi Salman ditemukan dengan luka robek di betis kaki kanan yang hampir putus dan luka pada kepala bagian belakang.
Sedangkan Ketut Vauzi dibawa ke RSUD Buleleng dengan luka pada tangan kiri, dada kanan, punggung kanan dan kepala.
Namun sayang, berdasarkan pemeriksaan tim medis di rumah sakit, Ketut Vauzi dinyatakan sudah meninggal dunia.
“Keduanya sama-sama meninggal dunia,” ujar Kompol Agus Dwi Wirawan.
“Di lokasi kejadian ditemukan sajam berupa kelewang, tidak ditemukan benda tumpul,” lanjut Kapolsek Sukasada itu.
Edi Salman ternyata incaran Polisi
Hal mengejutkan disampaikan Kompol Agus Dwi Wirawan mengenai status dari Edi Salman.
Ini lantaran, Edi Salman ternyata masuk dalam incaran polisi karena keterlibatannya dalam kasus pencurian motor alias begal.
Pencurian itu terjadi pada hari Sabtu, 28 Mei 2022 lalu di Jalan Raya Singaraja-Denpasar tepatnya di Dusun Wirabuana, Desa Pegayaman.
Yang menimpa Kadek Bisma Joana (18) dengan dirampasnya sepeda motor Honda Scoopy DK 2195 VN milik pemuda asal Kubutambahan itu.
Polsek Sukasada sebenarnya sudah melakukan penangkapan terhadap Edi Salman pada hari Kamis, 30 Juni 2022 lalu.
Polisi sempat menembakkan tanda peringatan ke arahnya, namun hanya menyerempet tubuh Edi Salman yang berhasil melarikan diri.
“Tanggal 30 Juni 2022, kita sempat melakukan penggerebekan, namun Edi Salman berhasil melarikan diri,” terang Kapolsek Sukasada.
Gagal menangkap dirinya, Edi Salman lalu menyimpan selonsong peluru yang ditembakkan kepadanya lalu mencari Ketut Vauzi.
Edi Salman menduga bahwa Ketut Vauzi merupakan informasi polisi yang mengakibatkan penggerebekan di kediamannya.
Hal itu kemudian berujung perkelahian berdarah yang mengakibatkan keduanya tewas. (fJr/JP)



