
SEMARAPURA, jarrakposbali.com – Suasana di depan Puri Agung Klungkung terasa hangat jelang sore itu. Para pecinta Platycerium dari berbagai daerah tampak masih bercengkerama, seolah belum ingin meninggalkan arena kontes yang berlangsung selama tiga hari. Di momen itulah Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menutup Semarapura Contest Platycerium 2026, sebuah kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Klungkung.
Kontes ini menjadi tempat berkumpulnya para penghobi tanaman hias yang selama beberapa tahun terakhir semakin tumbuh minatnya. Di banyak kasus, Platycerium menghadirkan cerita unik bagi pemiliknya karena bentuknya yang berbeda dan karakter yang menantang untuk dirawat. Nuansa itu terasa kuat selama kegiatan berlangsung.
Wabup Tjok Surya menyampaikan apresiasinya kepada panitia. Ia menilai langkah berani untuk langsung menggelar kegiatan berskala nasional mencerminkan energi positif dunia tanaman hias di Klungkung. Menurutnya, kegiatan seperti ini sering kali menjadi pintu bagi UMKM lokal untuk berkembang. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ribuan pengunjung datang selama tiga hari pelaksanaan. Para peserta berlomba dalam beberapa kategori yang menunjukkan beragam karakter Platycerium. Dari rumpun yang lebar sampai jenis yang lebih mungil. Setiap tanaman dipersiapkan dengan teliti oleh pemiliknya, kadang melalui proses perawatan yang berjalan berbulan bulan.
Tjok Surya menambahkan bahwa potensi Platycerium cukup besar ketika dipandang sebagai komoditas kreatif. “Saya berharap tanaman Platycerium ini dapat terus dikembangkan hingga mampu menembus pasar internasional,” ungkapnya.
Penutupan kegiatan berlangsung sederhana dan terasa akrab. Wabup Tjok Surya menyerahkan hadiah kepada para pemenang, termasuk kategori Best of The Best dan Best Choice. Ketua Panitia, I Wayan Wardita Utama, melaporkan bahwa sebanyak 108 peserta berpartisipasi sepanjang tiga hari pelaksanaan. Ajang ini diharapkan menjadi agenda rutin yang dapat memperkaya ekosistem tanaman hias di Klungkung. Di akhir acara, beberapa peserta mulai membereskan tanaman mereka, meninggalkan kesan bahwa pertemuan semacam ini akan terus dirindukan pada tahun berikutnya.(JpBali).



