BeritaDenpasar

Koster Pacu Bali Menuju Energi Bersih, PLTS Jadi Andalan

DENPASAR, jarrakpisbali.com – Matahari yang setiap hari menyinari Pulau Dewata kini dipandang bukan sekadar sumber cahaya, tetapi juga harapan baru bagi masa depan Bali. Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan energi, Bali memilih mengambil langkah berani: mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih menuju energi bersih. Komitmen itu kembali ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 di Sanur, sebuah forum nasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga investor untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.

Bagi Bali yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor pariwisata, kualitas lingkungan menjadi aset yang tak ternilai. Udara bersih, alam yang lestari, serta energi yang ramah lingkungan dinilai menjadi fondasi penting agar Pulau Dewata tetap menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“Kami mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, khususnya energi surya, memperluas penggunaan kendaraan listrik, serta membuka ruang investasi dan kolaborasi di sektor energi hijau,” ujar Gubernur Wayan Koster.

Komitmen tersebut bukan sekadar slogan. Pemerintah Provinsi Bali bahkan menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2045, lima belas tahun lebih cepat dibanding target nasional. Salah satu kunci utamanya adalah memaksimalkan potensi sinar matahari melalui pengembangan PLTS di berbagai wilayah.

“PLTS adalah pilihan terbaik karena sumber energinya berasal dari matahari. Saya mendorong pemanfaatan PLTS sebagai sumber energi masa depan Bali,” tegas Koster.

Menurut Koster, Bali harus mulai melepaskan ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Selain lebih ramah lingkungan, energi surya juga dinilai mampu memperkuat kemandirian energi daerah dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki sendiri.

“Ke depan, pembangkit listrik di Bali diharapkan tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil agar sumber pencemaran udara dapat dihilangkan,” katanya.

Transisi energi juga membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali membuka ruang seluas-luasnya bagi warga maupun pelaku usaha yang ingin memasang PLTS atap sebagai bagian dari gerakan bersama menuju energi hijau.

“Kalau masyarakat mau memasang PLTS, saya akan dukung. Pemerintah harus memfasilitasi karena ini memberi manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Koster.

Langkah nyata akan dimulai dari Nusa Penida yang diproyeksikan menjadi kawasan rendah emisi pertama di Bali. Setelah itu, konsep serupa akan diperluas ke kawasan strategis seperti Nusa Dua, Kuta, Sanur, hingga Ubud sebagai etalase transformasi energi bersih Pulau Dewata.

“Kami akan memulai dari Nusa Penida terlebih dahulu. Semoga program ini berjalan dengan baik dan menjadi contoh bagi kawasan lainnya di Bali,” ungkapnya.

Komitmen Bali mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Indonesia Solar Summit 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di luar Jakarta menjadi bukti bahwa Bali dinilai sebagai daerah dengan keseriusan tinggi dalam mengembangkan energi terbarukan. Forum ini diharapkan mampu melahirkan investasi, kolaborasi, hingga kebijakan strategis yang mempercepat pengembangan tenaga surya di Indonesia.

“Energi surya bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi agenda pembangunan nasional. Tantangan kita sekarang adalah mengubah potensi besar Indonesia menjadi investasi nyata dan mempercepat terwujudnya ekonomi hijau,” kata CEO IESR, Fabby Tumiwa.

Perjalanan menuju Bali bebas energi fosil memang tidak bisa ditempuh dalam semalam. Namun, dengan sinar matahari yang melimpah, regulasi yang telah disiapkan, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Pulau Dewata tengah menapaki babak baru pembangunan yang lebih hijau. Jika langkah ini berjalan sesuai rencana, Bali bukan hanya dikenal sebagai pulau wisata dunia, tetapi juga dapat menjadi contoh bagaimana daerah mampu memimpin transisi menuju masa depan yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan. (JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button